Home
Login.
Artikelilmiahs
39331
Update
SARAH NURLITA
NIM
Judul Artikel
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF WOMEN WITH POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) ON THE INSTAGRAM COMMUNITY “PCOS FIGHTER INDONESIA”
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Sindrom Polikistik Ovarium (SPOK) adalah salah satu gangguan endokrin dan metabolisme yang paling umum pada wanita usia reproduksi. Salah satu implikasi dari SPOK meliputi masalah psikologis, termasuk kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesejahteraan psikologis wanita penderita SPOK di komunitas Instagram “PCOS Fighter Indonesia”. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling sebanyak 105 wanita penderita PCOS. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Ryff's Psychological Well-Being dan dianalisis dengan analisis univariat. Hasil Penelitian: Penelitian ini melibatkan 105 wanita penderita SPOK dan menunjukkan bahwa usia wanita penderita SPOK dalam penelitian ini adalah 21-37 tahun. Lama terdiagnosa dari 0,16 tahun atau dua bulan sampai dengan 11 tahun. Sebagian besar responden bekerja (70,5%) dan telah menikah (83,8%). Sebagian besar responden berpendidikan S1 (48,6%), dan pendapatannya melebihi UMR Jawa Tengah, yaitu >Rp. 1.812.935 (68,6%). Mayoritas responden memiliki tingkat kesejahteraan psikologis secara keseluruhan sedang (61,9%), dengan tingkat kemandirian sedang (36,19%), penguasaan lingkungan tingkat sedang (53,33%), tingkat pertumbuhan pribadi tinggi (64,8%), hubungan positif dengan orang lain tingkat sedang (52,38%), tujuan hidup tingkat tinggi (55,23%), dan penerimaan diri tingkat tinggi (49,52%). Kesimpulan: Wanita dengan SPOK dalam komunitas Instagram “PCOS Fighter Indonesia” secara umum memiliki tingkat kesejahteraan psikologis sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is one of the most common endocrine and metabolic disorders in women of reproductive age. One of the implication of PCOS includes psychological problems, including psychological well-being. This research aimed to describing the psychological well-being of women with PCOS on the Instagram community “PCOS Fighter Indonesia”. Methods: This research was a descriptive study using a quantitative approach and cross-sectional methods. The sampling method used was quota sampling of 105 women with PCOS. Data were collected using Ryff's Psychological Well-Being questionnaire and analyzed by univariate analysis. Results: This research involved 105 women with PCOS and showed that age of women with PCOS in this study was 21-37 years old. Length of diagnosis from 0.16 years or two months to 11 years. Most respondents are employed (70.5%) and married (83.8%). Most respondents have a bachelor's level of education (48.6%), and their income exceeds the Central Java Minimum Wage, specifically >Rp. 1,812,935 (68.6%). The majority of respondents have a medium level of overall psychological well-being (61.9%), with the medium level of autonomy (36.19%), medium level of environmental mastery (53.33%), high level of personal growth (64.8%), medium level of positive relations with others (52.38%), high level of purpose in life (55.23%), and high level of self-acceptance (49.52%). Conclusion: Women with PCOS in Instagram Community “PCOS Fighter Indonesia” generally have medium level of psychological well-being.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save