Home
Login.
Artikelilmiahs
39218
Update
NISRINA HASNA NAURA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA TOKOH MASYARAKAT DI KECAMATAN TAMBAK DAN SUMPUH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Malaria masih perlu diwaspadai di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh karena memiliki distribusi penderita malaria import terbanyak di Kabupaten Banyumas. Pencegahan malaria merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat yang berperan melaksanakan perilaku pencegahan individu dan mendeteksi kewaspadaan dini kasus malaria di desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan malaria pada tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan Cross-sectional terhadap 115 tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, pendapatan, akses pelayanan kesehatan, paparan informasi, dan perilaku. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), pendidikan (p=0,002), akses pelayanan kesehatan (p=0,033), dan paparan informasi (p=0,000) berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Faktor paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan adalah pengetahuan (p= 0,000 ; POR= 4.298; CI= 1.701-10.860) artinya pengetahuan kurang baik memiliki risiko 4,298 kali lebih besar memiliki perilaku pencegahan yang kurang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, akses pelayanan kesehatan, dan paparan informasi terhadap perilaku pencegahan malaria pada tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh. Pengetahuan merupakan faktor paling berpengaruh.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Malaria still needs to be watched out for in Tambak and Sumpiuh Districts because it has the largest distribution of imported malaria sufferers in Banyumas Regency. Prevention of malaria is a shared responsibility of all elements of society, including community leaders whose role is to carry out individual preventive behavior and detect early warning of malaria cases in the village. The purpose of this study was to determine the factors that influence malaria prevention behavior among community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts. Methods: This study used a cross-sectional approach to 115 community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts with a sampling technique using total sampling. The variables studied included age, knowledge, attitudes, education, income, access to health services, exposure to information, and behavior. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed into univariate, bivariate and multivariate. Results: The results showed that knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), education (p=0.002), access to health services (p=0.033), and exposure to information (p=0.000) were related to malaria prevention behavior. The most influential factor on prevention behavior is knowledge (p= 0.000; POR= 4.298; CI= 1.701-10.860) meaning that poor knowledge has a 4.298 times greater risk of having poor prevention behavior. Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, education, access to health services, and exposure to information on malaria prevention behavior among community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts. Knowledge is the most influential factor
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save