Home
Login.
Artikelilmiahs
39203
Update
ASA OKTAVIANINDYA
NIM
Judul Artikel
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI MATA PETUGAS KANTOR URUSAN AGAMA (STUDI TENTANG PERSEPSI PETUGAS KANTOR URUSAN AGAMA DI BANYUMAS TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Artinya, Jumlah kasus KDRT hanya terlihat kecil, namun ternyata ada lebih banyak lagi kasus yang tersembunyi di bawah permukaan (tidak terungkap). Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang pernikahan merupakan pemicu terjadinya KDRT. KUA sebagai lembaga yang menikahkan pasangan calon pengantin memiliki peran yang sangat strategis dalam meminimalisir terjadinya KDRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang persepsi petugas KUA di Kabupaten Banyumas dalam memandang persoalan KDRT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripsi, melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dan dilakukan di KUA-KUA Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi yang dimiliki oleh petugas KUA belum ada yang memahami persoalan KDRT secara utuh. Sementara itu, dalam menjalankan TUPOKSInya petugas KUA juga tidak menyinggung persoalan KDRT secara langsung pada saat proses bimbingan. Namun, para petugas KUA tetap memberikan materi yang berisi tentang kiat-kiat membangun rumah tangga yang berkualitas, yang diharapkan dapat menjadi pintu gerbang pencegahan terjadinya KDRT. Hal ini dilakukan dengan menjalankan program pelayanan bimbingan keluarga sakinah, yang dilaksanakan pada saat pranikah dan pasca nikah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Domestic violence (KDRT) can be likened to an iceberg phenomenon. This means that the number of cases of domestic violence only looks small, but in fact there are many more cases hidden under the surface (unrevealed). Lack of understanding and knowledge about marriage is a trigger for domestic violence. KUA as an institution that marries the bride and groom has a very strategic role in minimizing the occurrence of domestic violence. The purpose of this research is to explain the perceptions of KUA officers in Banyumas Regency regarding domestic violence issues. This study uses descriptive qualitative research methods, through interviews, observation, and documentation. Determination of informants used a purposive sampling method and was carried out at KUA-KUA Banyumas Regency. The results of the study show that the perceptions held by KUA officers do not fully understand the problem of domestic violence. Meanwhile, in carrying out their TUPOKSI, KUA officers also did not mention domestic violence issues directly during the guidance process. However, KUA officers continued to provide material containing tips on building a quality household, which is expected to become a gateway to preventing domestic violence. This is done by running a sakinah family guidance service program, which is carried out during pre-marital and post-marital times.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save