Home
Login.
Artikelilmiahs
39176
Update
ADELIA AGIL MEILANI
NIM
Judul Artikel
Formulasi dan Evaluasi Krim Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha piperita L.) sebagai Anti Jerawat dan Uji Aktivitasnya terhadap Propionibacterium acnes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Minyak atsiri daun mint diketahui memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung menthol, pinene, dan limonene yang cukup tinggi. Oleh karena itu, minyak atsiri tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan krim karena sediaan tersebut dapat memudahkan pengguna untuk merasakan efek dari daun mint dengan penggunaannya yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi minyak atsiri daun mint yang optimum dalam sediaan krim serta mengetahui aktivitas antibakteri dari formulasi tersebut berupa diameter hambat. Metodologi: Penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membuat sediaan krim menggunakaan 4 konsentrasi berbeda yang mengandung 0%, 1%, 2%, dan 4% minyak atsiri daun mint. Selanjutnya, dilakukan pengamatan mutu fisik (organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas) untuk mendapatkan formulasi yang optimum serta dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil pada penelitian ini akan dianalisis secara statistik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yang didapatkan yaitu formula III karena memenuhi syarat uji fisik dan mempunyai nilai slope mendekati 0. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri pada semua formula dan didapatkan nilai daya hambat sebesar 13 mm yang dikategorikan sebagai antibakteri kuat. Kesimpulan: Formulasi krim dengan konsentrasi minyak atsiri daun mint 4% memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Kata Kunci: Minyak atsiri, daun mint, Mentha piperita L., antibakteri, krim
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Mint essential oil is known to have antibacterial activity because it contains high levels of menthol, pinene and limonene. Therefore, these essential oils can be developed into cream preparations because these preparations can make it easier for users to feel the effects of mint leaves by using them efficiently and hygienically. This study aims to determine the optimum formulation of mint leaf essential oil in cream preparations and to determine the antibacterial activity of the formulation in the form of inhibitory diameter. Methodology: Experimental research was conducted by making cream preparations using 4 different concentrations containing 0%, 1%, 2%, and 4% mint leaf essential oil. Furthermore, the physical quality (organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and stability) was observed to obtain the optimum formulation and an antibacterial activity test was carried out using the well method. The results of this study will be analyzed statistically. Research result: The results showed that the best formula obtained was formula III because it met the physical test requirements and had a slope value close to 0. Furthermore, antibacterial activity tests were carried out on all formulas and an inhibition value of 13 mm was obtained which was categorized as strong antibacterial. Conclusion: The cream formulation with 4% mint leaf essential oil concentration has strong antibacterial activity. Keywords: Essential oil, mint leaves, Mentha piperita L., antibacterial, cream
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save