Home
Login.
Artikelilmiahs
39093
Update
MUSTAFA
NIM
Judul Artikel
TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI TERHADAP SURAT PENGAKUAN UTANG DENGAN JAMINAN KENDARAAN BERMOTOR (Studi Putusan Nomor 35/Pdt.G/2021/PN.CBN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perjanjian merupakan sumber perikatan, yang menimbulkan suatu hubungan hukum yang dinamakan perikatan. Salah satu penyimpangan dalam perjanjian adalah wanprestasi. Demi memberikan kepastian realisasi dalam perjanjian, dapat diadakan sebuah jaminan dan dibuatkannya surat pengakuan utang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penyelesaian hukum pada wanprestasi serta kedudukan jaminan dalam Putusan Pengadilan Negeri Kota Cirebon Nomor: 35/Pdt.G/2021/PN.CBN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data bersumber dari data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, dan metode analisis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pertama, surat pengakuan utang merupakan bukti sebuah transaksi utang piutang yang dapat digunakan sebagai alat untuk menagih utang bagi kreditur serta dapat menjadi dasar gugatan di suatu pengadilan apabila terdapat pihak yang melakukan wanprestasi dan menimbulkan hak bagi kreditur dalam pergantian kerugian yang disebabkan oleh wanprestasi. Kedua, pada perkara ini BPKB tersebut hanya diserahkan untuk penguasaan nyata bukan sebagai jaminan yang mengikat sehingga tidak melahirkan hak-hak jaminan kebendaan melainkan hanya diserahkan sebagai bentuk daya tekan bagi debitur untuk segera melunasi utangnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agreement is the source of an engagement. One of the irregularities in the agreement is breach of contract. In order to provide certainty in an agreement, a guarantee can be held and a letter of acknowledgment of debt can be made. This study is aimed to analyze legal settlements in breach of contract and position of vehicle on bail in Cirebon City District Court Decision Number: 35/Pdt.G/2021/PN.CBN. The method used in this research is normative juridical with prescriptive research specifications. Data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Data collected was carried out by literature study, data obtained was presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based of the analysis, it can be concluded that first, the deed of debt is used as an evidence of a debt transaction and can be used as a tool to collect debts for creditors. If one party breach the contract, deed of debt recognition can be used as a basis for lawsuit in court and creates compensation rights for the creditor caused by default. Second, in this case, the certificate of ownership was only given for authorization, not as a binding guarantee, means that no given collateral rights to the good but was only handed over as a form of pressure on the debtor to pay off his debt immediately.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save