Home
Login.
Artikelilmiahs
39016
Update
EZRA HERALDO
NIM
Judul Artikel
PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERKOSAAN (Suatu Analisis Terhadap Putusan Perkara Pidana Nomor 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Terjadinya tindak pidana perkosaan tidak selalu mutlak kesalahan dari pelaku, korban kerap kali memiliki peranan dalam terjadinya tindak pidana atau Victim Precipitation. Aspek Victim Precipitation jarang menjadi pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Pelaku pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL telah melakukan tindak pidana perkosaan yang melanggar Pasal 286 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) namun hakim tidak mempertimbangkan peranan korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim menjatuhkan sanksi pidana pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL dan relevansi peranan korban dalam terjadinya tindak pidana. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif yuridis dengan spesifikasi penelitian analisis preskriptif. Sumber data dari data sekunder berupa studi pustaka dan wawancara sebagai penunjang data sekunder. Penelitian ini diuraikan dengan teks naratif yang dinalisis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan pertimbangan hukum hakim pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL tidak mempertimbangkan peranan korban dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku sehingga penjatuhan pidana terhadap pelaku terlalu berat, seharusnya pidana penjara dapat lebih rendah apabila hakim mempertimbangkan peranan korban. Relevansi peranan korban yaitu ikut membeli dan minum minuman keras secara berlebihan pada waktu yang sudah larut sehingga menyebabkan pingsan dan tidak berdaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The occurrence of a crime like rape is not always the absolute fault of the perpetrator; the victim often has a role in the occurrence of a crime, which is called Victim Precipitation. The aspect of Victim Precipitation is rarely a legal consideration for judges in making decisions. The perpetrator in South Jakarta District Court Decision Number 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL had committed the crime of rape, which violated Article 286 of the Criminal Code (KUHP), but the judges did not consider the role of the victim. The purpose of this study was to find out the basis for the judge's legal considerations for imposing criminal sanctions on the South Jakarta District Court Decision Number 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL and the relevance of the role of the victim in the occurrence of criminal acts. This study uses a normative-juridical approach with a prescriptive analytical research specification. Sources of secondary data in the form of literature and interviews serve as secondary data support. This research is described in narrative text, which is analyzed using qualitative analysis methods. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the legal considerations of the judges in South Jakarta District Court Decision Number 581/Pid.B/2022/PN JKT. SEL do not consider the role of the victim in imposing a sentence on the perpetrator, so the sentence against the perpetrator is too heavy and the prison sentence should be lower if the judge considers the role of the victim. The victim's role is to participate in buying and drinking liquor excessively at a late time, causing fainting and helplessness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save