Home
Login.
Artikelilmiahs
38968
Update
WIDHA PERMATA WIRASTI
NIM
Judul Artikel
UJI SENYAWA 2,4,6-TRINITROFENILHIDRAZON KALANON SEBAGAI OBAT ANTI-KANKER PAYUDARA DAN PARU-PARU DENGAN METODE PENAMBATAN MOLEKUL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kanker payudara dan kanker paru-paru adalah penyakit mematikan dan paling banyak diderita oleh masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi 2,4,6-Trinitrofenilkalanon sebagai ligan dengan protein her-α dan EGFR sebagai reseptor menggunakan program Autodock Vina, divisualisasikan dengan BIOVIA Discovery Studio dan Pymol. Hasilnya menunjukan bahwa nilai ∆G untuk ligan native pada protein kanker payudara dan paru-paru sebesar -9,9 kkal/mol dan -9,0 kkal/mol dan untuk ligan 2,4,6-trinitrofenilhidrazon kalanon pada payudara dan paru-paru sebesar -7,7 kkal/mol dan -9,9 kkal/mol. Nilai konstanta inhibisi untuk ligan native pada protein kanker payudara dan paru-paru sebesar -5,52 × 10-2 μM dan 2,52 × 10-1 μM dan untuk ligan 2,4,6-trinitrofenilhidrazon kalanon pada payudara dan paru-paru sebesar 2,26 μM dan 5,52 × 10-2 μM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa 2,4,6-Trinitrofenilhidrazon kalanon tidak berpotensi sebagai obat anti kanker payudara karena memiliki nilai ∆G kurang negatif dibandingkan dengan ligan native dan daya hambat yang kecil, namun berpotensi sebagai obat anti kanker paru-paru karena memiliki nilai ∆G lebih negatif dibandingkan dengan ligan native dan daya hambat yang besar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Breast cancer and lung cancer are deadly diseases and are the most common among the general public. This study aims to observe the interaction of 2,4,6-Trinitrophenylkalanon as a ligand with her-α protein and EGFR as a receptor using the Autodock Vina program, visualized with BIOVIA Discovery Studio and Pymol. The results showed that the ∆G values for native ligands in breast and lung cancer proteins were -9.9 kcal/mol and -9.0kcal/mol and for 2,4,6-trinitrophenylhydrazone kalanon in breast and lung were -7.7 kcal /mol and -9.9 kcal/mol. The inhibition constants for native ligands in breast and lung cancer proteins were -5.52 × 10-2 μM and 2.52 × 10-1 μM and for 2,4,6-trinitrophenylhydrazone kalanon in breast and lung were 2.26 μM and 5.52 × 10-2μM. So it can be concluded that the compound 2,4,6-trinitrophenylhydrazone kalanon had no potential as an anti-breast cancer drug because it had a less negative ∆G value compared to the native ligand and had low inhibitory power, but had the potential as an anti-lung cancer drug because it had a ∆G value is more negative than the native ligand and it had high inhibitory power.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save