Home
Login.
Artikelilmiahs
38924
Update
DIAH YASHINTA RUKNIH
NIM
Judul Artikel
Studi Agihan Sulfur pada Lahan Sawah dan Korelasinya Terhadap Hasil Padi Sawah di Daerah Aliran Sungai Serayu Kecamatan Kalimanah kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sulfur (S) merupakan salah satu unsur hara yang menunjang pertumbuhan tanaman padi. Untuk itu, analisis status unsur hara S yang terkandung dalam tanah sangat penting dalam usaha produksi tanaman padi sebagai salah satu cara untuk menilai status hara, sehingga dari analisis tersebut akan diperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat. Penelitian ini dilakukan pada lahan sawah pertanaman padi di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Analisis unsur S pada sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pemetaan tanah semi detail dengan skala 1:50.000. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat dengan menumpangtindihkan (overlay) dari beberapa peta tematik yaitu peta administrasi, peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di lokasi penelitian pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Agihan unsur S pada lokasi penelitian menunjukkan harkat sedang hingga tinggi dengan kisaran nilai 40,90-247,50 ppm SO42-. Data tersebut menunjukkan bahwa unsur hara S di Kecamatan Kalimanah berada dalam keadaan tersedia. Hubungan S-tersedia dengan hasil tanaman padi (ton/ha) memiliki fungsi y = 3,0414 + 0,049x – 0,0001x2 dengan R2 sebesar 0,19, hal tersebut menunjukkan bahwa 19% hasil tanaman padi di lahan sawah dipengaruhi oleh S-tersedia tanah. Rekomendasi pemupukan SO42- untuk pertanaman padi sawah di Kecamatan Kalimanah yaitu berkisar 5-52 kg SO42-/ha atau setara dengan 23-208 kg ZA/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sulfur is one of the nutrients that support the growth of rice plants. For this reason, analysis of the status of the nutrient S contained in the soil is very important in the business of rice production as a way to assess nutrient status, so that from this analysis appropriate fertilization recommedations will be obtained. This research was conducted on paddy rice fields in Kalimanah District, Purbalingga Regency. Analysis of S elements in soil samples was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. This research was conducted using semi-detailed soil survey and mapping methods with a scale of 1:50.000. Sampling points were determined using Homogeneous Land Unit maps which were made by overlying several thematic maps, namely administrative maps, slope maps, soil type maps, and land use maps. Soil sampling was carried out in a composite manner at the study site at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm. Elemental S distribution at the study side showed medium to high levels with a range of 40.90-247.50 ppm SO42-. The data shows that nutrient S in Kalimanah District is available. The relationship between S-available and rice yield (tons/ha) has function of y = -0,0001x2 + 0,049x + 3,0414 with an R2 of 0.19 this indicated 19% of paddy yields in paddy fields in influenced by S-available soil. SO42- fertilization recommendations for lowland rice planting in Kalimanah District are around 5-52 k SO42-/ha or equivalent to 23-208 kg ZA/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save