Home
Login.
Artikelilmiahs
38911
Update
AZHAR AR ROFIQ
NIM
Judul Artikel
Efisiensi Pemasaran Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jenis tanaman subsektor hortikultura yang memiliki peluang untuk dikembangkan, salah satunya adalah kentang. Karangreja merupakan daerah sentra produksi kentang yang ada di Kabupaten Purbalingga. Beragamnya saluran pemasaran, serta tempat penjualan kentang menyebabkan perbedaan harga yang diterima petani, hal tersebut dikarenakan sulitnya mengakses informasi pasar yang disebabkan adanya fluktuasi harga. Permasalahan tersebut diduga karena adanya sistem pemasaran yang kurang efisien. Oleh karena itu, perlu adanya peninjauan lebih lanjut mengenai sistem pemasaran yang ada di Kecamatan Karangreja. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menganalisis margin pemasaran dan proporsi margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja, (2) menganalisis nilai farmer’s share pada setiap saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja, (3) menganalisis nilai efisiensi pada setiap saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karangreja pada bulan September sampai November tahun 2022. Metode pengambilan sampel petani menggunakan Simple Random Sampling diperoleh 49 petani, sedangkan penentuan lembaga pemasaran menggunakan teknik Snowball Sampling diperoleh 4 pedagang pengumpul, 1 pedagang besar, dan 5 pedagang pengecer. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan alat seperti margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan: (1) saluran I melalui tiga lembaga pemasaran (petani – pedagang pengumpul - pedagang besar - pedagang pengecer - konsumen) memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp 7.033/kg dengan proporsi 23,84% biaya dan 76,16% keuntungan, saluran II melalui satu lembaga pemasaran (petani – pedagang pengecer – konsumen) memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp 1.700/kg dengan proporsi 10,98% biaya dan 89,02% keuntungan, saluran III melalui dua lembaga pemasaran (petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen) memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp 4.487/kg dengan proporsi 13,67% biaya dan 86,33% keuntungan. (2) Nilai farmer’s share saluran II menjadi nilai tertinggi dan paling menguntungkan untuk petani dengan nilai 83%, dilanjut saluran III dengan nilai 63,62%, dan saluran I dengan nilai 53,11%. (3) Berdasarkan efisiensi pemasaran, saluran II memiliki nilai terendah dan paling efisien dengan nilai 1,87%, dilanjut saluran III dengan nilai 4,97%, dan saluran I dengan nilai 11,18%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One type of horticulture sub-sector that has the opportunity to be developed is potatoes. Karangreja is a potato production center in Purbalingga Regency. The variety of marketing channels, and places where potatoes are sold, causes differences in prices received by farmers, this is due to the difficulty in accessing market information because price fluctuations. This problem is allegedly because an inefficient marketing system. Therefore, there is a need for further review of the existing marketing system in Karangreja District. The aims of this study are: (1) to analyze marketing margins and the proportion of marketing margins in each potato marketing channel in Karangreja District, (2) to analyze the farmer’s share value in each potato marketing channel in Karangreja District, (3) to analyze the efficiency value in each channel marketing of potatoes in Karangreja District. The research was conducted in Karangreja District from September to November 2022. The farmer sampling method used Simple Random Sampling to obtain 49 farmers, while the determination of marketing institutions using the Snowball Sampling technique obtained 4 collectors, 1 wholesaler, and 5 retailers. The types of data used are primary data and secondary data. This research used descriptive quantitative analysis with tools such as marketing margins, farmer’s share, and marketing efficiency. The results of the analysis show: (1) channel I through three marketing agencies (farmer – collectors – wholesaler – retailers – consumer) has a marketing margin value of IDR 7,033/kg with a proportion of 23.84% costs and 76.16% profit, channel II through one marketing agency (farmer –retailers – consumer) has a marketing margin value of IDR 1,700/ kg with a proportion of 10.98% cost and 89.02% profit, channel III through two marketing agencies (farmer – collectors– retailers – consumer) has a marketing margin value of IDR 4,487/kg with a proportion of 13.67% cost and 86.33% profit. (2) The farmer’s share value for channel II is the highest and most profitable for farmers with a value of 83%, followed by channel III with a value of 63.62%, and channel I with a value of 53.11%. (3) Based on marketing efficiency, channel II has the lowest and most efficient score with a value of 1.87%, followed by channel III with a value of 4.97%, and channel I with a value of 11.18%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save