Home
Login.
Artikelilmiahs
38904
Update
SULTAN FAISHAL RIZKY ARAFAT
NIM
Judul Artikel
PENGARUH POLIETILENA GLIKOL (PEG) TERHADAP AKTIVITAS NITRAT REDUKTASE (ANR) DAN BINTIL AKAR KULTIVAR TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kedelai adalah salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat, akan tetapi keterbatasan lahan menjadi permasalahan yang cukup penting, sehingga perlu dilakukan ekstensifikasi pada lahan marginal seperti lahan masam atau lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kultivar kedelai yang toleran terhadap kekeringan dengan menggunakan PEG sebagai stimulasi kekeringan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi PEG yang terdiri dari 4 konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%), dan faktor kedua adalah kultivar kedelai (Deja 1, Dega 1, Dena 1, Anjasmoro, Detap 1, Gepak kuning, dan kultivar Argomulyo). Variabel yang diamati meliputi konsentrasi PEG dan hasil pertumbuhan tanaman kedelai. Parameter yang diamati yaitu jumlah total bintil akar, jumlah bintil akar aktif, dan kandungan aktivitas nitrat reduktase (ANR) daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 5% dan 1% dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significance Different (LSD) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian polietilena glikol (PEG) pada tanaman kedelai berpengaruh terhadap parameter aktivitas nitrat reduktase daun, jumlah total bintil akar dan bintil akar aktif. Kultivar Deja 1 memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik pada kondisi cekaman kekeringan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean is one of the basic needs for the community, but limited land is an important problem, so it is necessary to extend it to marginal lands such as acid or dry land. This study aims to test drought tolerant soybean cultivars by using PEG as a drought stimulation. This study used a 2-factor Randomized Block Design (RBD) experimental method. The first factor was PEG concentration consisting of 4 concentrations (0%, 5%, 10%, and 15%), and the second factor was soybean cultivars (Deja 1, Dega 1, Dena 1, Anjasmoro, Detap 1, Gepak kuning, and Argomulyo cultivar). The observed variables included PEG concentrations and soybean plant growth yields. The parameters observed were the total number of nodules, the number of active nodules, and the content of nitrate reductase (ANR) activity in the leaves. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% and 1% confidence level followed by the Least Significance Different (LSD) follow-up test at the 5% confidence level. The results showed that the administration of polyethylene glycol (PEG) to soybean plants affected the parameters of leaf nitrate reductase activity, the total number of nodules and active nodules. Deja 1 cultivar has better adaptability to drought stress conditions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save