Home
Login.
Artikelilmiahs
38675
Update
HAZYUDHA PRIMANINGDIYAS RIZKY
NIM
Judul Artikel
Perlindungan Hak Asasi Manusia Melalui Implementasi Victim Impact Statement di Amerika Serikat Pada Tahun 2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Adanya victim impact statement berperan sebagai pernyataan tertulis dan lisan tentang dampak yang ditimbulkan kejahatan pada korban dan digunakan dalam peradilan. Akan tetapi, dalam pemberlakuannya, Amerika Serikat yang menjamin korban hak untuk didengar, saat menjatuhkan hukuman dan masalahnya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim justru bermasalah terkait dengan pemberlakuannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis penerapan perlindungan hak asasi manusia melalui Victim Impact Statement di Amerika Serikat belum berhasil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Level analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah level negara bangsa dan unit analisis yang dipakai yakni sistem hukum AS. Metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif oleh Huberman (2014) melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan Victim Impact Statement (VIS) di berbagai negara bagian di Amerika Serikat masih belum sepenuhnya maksimal. Beberapa negara yang sudah relatif maksimal melaksanakan Victim Impact Statement (VIS) antara lain Minessota dan Colorado. Hal ini terlihat dari penerapan VIS yang telah dilaksanakan menyeluruh, dan mampu memberi efek jera, sehingga angka kasus kejahatan di kedua negara bagian tersebut menurun. Di sisi lain, penerapan Victim Impact Statement (VIS) yang belum optimal terjadi di negara bagian California, Michigan, Texas, dan Washington. Hal ini tidak lepas dari fakta pemberlakuan VIS masih menjadi hal yang kontroversial, beberapa bahkan hanya diatur tertulis dan diterapkan di beberapa kasus kejahatan pidana saja. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan kepada penegak hukum juga rendah dan ditambah dengan partisipasi masyarakat dalam penggunaan VIS yang masih minim dalam proses persidangan. Hal ini menjadikan angka kasus kejahatan di negara bagian California, Michigan, Texas, dan Washington masih tinggi. Setelah penerapan victim impact statement, kasus kejahatan yang ada tidak serta merta berkurang. Ini tidak lepas dari peran dari victim impact statement yang belum dapat memberi efek jera bagi pelaku kejahatan. Di samping itu, penerapan dari victim impact statement belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat dan belum diterapkan maksimal oleh para penegak hukum secara luas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The existence of a victim impact statement serves as a written and oral statement regarding the impact of crime on victims and is used in court. However, in implementing it, the United States, which guarantees victims the right to be heard, when imposing a sentence and the matter is left to the judge's discretion, actually has problems related to its implementation. Therefore, the purpose of this study, namely to analyze the application of human rights protection through the Victim Impact Statement in the United States, has not been successful. This study used qualitative research methods. The level of analysis used in this study is the level of the nation state and the unit of analysis used is the US legal system. The data analysis method uses the interactive analysis method by Huberman (2014) through four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the application of the Victim Impact Statement (VIS) in various states in the United States is still not fully maximized. Several countries that have relatively optimally implemented the Victim Impact Statement (VIS), include Minnesota and Colorado. This can be seen from the application of VIS which has been implemented thoroughly, and is able to provide a deterrent effect, so that the number of crime cases in the two states has decreased. On the other hand, the implementation of the Victim Impact Statement (VIS) has not been optimal in the states of California, Michigan, Texas and Washington. This is inseparable from the fact that the application of VIS is still a controversial matter; some are even regulated only in writing and are applied in a number of criminal cases. In addition, the outreach to law enforcers is also low and coupled with the minimal participation of the public in the use of VIS in the trial process. This makes the number of crime cases in the states of California, Michigan, Texas and Washington still high. After the application of the victim impact statement, the existing crime cases did not necessarily decrease. This cannot be separated from the role of victim impact statements which have not been able to provide a deterrent effect for perpetrators of crime. In addition, the application of victim impact statements has not been well socialized to the public and has not been fully implemented by law enforcers at large.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save