Home
Login.
Artikelilmiahs
38565
Update
NADIA AL KHUDRIYAH
NIM
Judul Artikel
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ENDOFIT Aspergillus flavus TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jamur endofit Aspergillus flavus telah diisolasi dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet) oleh Farahdina (2020). Jamur ini menunjukkan ketoksikan terhadap larva udang Artemia salina dengan nilai LC50 sebesar 328,451 ppm. Namun belum dilakukan pengujian ekstrak tersebut terhadap bakteri, sehingga pada penelitian ini diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus dan E. coli dan dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder. Jamur endofit dari tanah steril (deposit) diinokulasi pada media PDA hingga diperoleh jamur tunggal dan murni, selanjutnya diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik. Fermentasi jamur A. flavus dilakukan pada media jagung dan beras, serta media jagung tanpa jamur sebagai kontrol. Selanjutnya jamur dan media kontrol diekstraksi dengan etil asetat menggunakan metode maserasi dalam shaker incubator dan dilakukan skrining fitokimia. Ekstrak jamur endofit A. flavus kemudian diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Jamur endofit dari deposit yang berasal dari rimpang lempuyang gajah (Z. zerumbet) masih teridentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik sebagai A. flavus. Ekstrak etil asetat jamur endofit A. flavus pada media jagung dan beras menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dengan rentang diameter zona hambat pada media beras masing-masing sebesar 1,51 sampai 1,41 mm. Sementara diameter zona hambat dari ekstrak pada media jagung berturut-turut sebesar 2,41 sampai 2,11 mm. Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etil asetat jamur endofit A. flavus pada media jagung dan beras menunjukkan adanya metabolit sekunder dari golongan flavonoid dan terpenoid. Sedangkan pada kontrol media jagung tidak menunjukkan adanya metabolit sekunder tersebut. Ekstrak jamur endofit A. flavus yang dikultur pada media beras menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli dengan KHM berturut-turut sebesar 0,5% dan 1%. Sedangkan ekstrak pada media jagung menunjukkan KHM yang sama terhadap kedua bakteri sebesar 2%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The endophytic fungus Aspergillus flavus has been isolated from the rhizome of elephant lempuyang (Zingiber zerumbet) by Farahdina (2020). This fungus showed toxicity to Artemia salina shrimp larvae with an LC50 value of 328.451 ppm. However, this extract has not been tested on bacteria, so in this study, it was tested for its antibacterial activity against S.aureus and E.coli, and phytochemical screening was carried out to identify secondary metabolites. Endophytic fungi from sterile soil (deposit) were inoculated on PDA media until a single and pure fungus was obtained, then identified macroscopically and microscopically. Fermentation of A. flavus fungus was carried out on corn and rice media, as well as corn without fungus media as a control. Furthermore, fungal control and media were extracted with ethyl acetate using the maceration method in an incubator shaker and phytochemical screening was carried out. The endophytic fungus A. flavus extract was then tested for its antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli using the Kirby-Bauer disc diffusion method. Endophytic fungi from deposits originating from the rhizome of the elephant lempuyang (Z. zerumbet) were still identified macroscopically and microscopically as A. flavus. The ethyl acetate extract of the endophytic fungus A. flavus on corn and rice media showed inhibitory activity against S. aureus and E. coli bacteria with a diameter range of inhibition zones on rice media of 1.51 to 1.41 mm, respectively. While the diameter of the inhibition zone of the extract on the media was 2.41 to 2.11 mm respectively. Based on the phytochemical screening of the ethyl acetate extract of the endophytic fungus A. flavus on corn and rice media, showed the presence of secondary metabolites from the flavonoid and terpenoid groups. Whereas in control corn media did not show the presence of these secondary metabolites. Extract of the endophytic fungus A. flavus showed antibacterial activity against S. aureus and E. coli with MIC on rice media of 0.5% and 1%, respectively. Meanwhile, in corn media, each bacteria was 2%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save