Home
Login.
Artikelilmiahs
3853
Update
TINTON WIJAYA
NIM
Judul Artikel
TINJAUAN YURIDIS HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor. 282 K/AG/2009)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyelesaian hak pengasuhan anak merupakan suatu hal yang rumit karena anak yang merupakan buah hati dari perkawinan. Anak tidak dapat begitu saja dipisahkan dari bapak atau ibunya. Begitu pula bapak atau seorang ibu tidak begitu saja dapat dipisahkan dari anaknnya. Hal tersebut terjadi pada kasus Maia Estianti yang bercerai dengan Ahmad Dhani. Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh Ahmad Dani melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor. 282 K/AG/2009. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menentukan hak asuh anak dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor. 282 K/AG/2009. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, hakim mengabulkan gugatan penggugat yaitu ibu (Maia Estianty), dan memberikan hak asuh ketiga orang anak yaitu Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani kepada ibu (Maia Estianty). Hal ini sesuai dengan Pasal 41 Undang-Undang 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam, Pasal 156 Kompilasi Hukum Islam yang juga menyatakan bahwa, akibat putusnya perkawinan karena perceraian ialah, anak yang belum mumayyiz berhak mendapatkan hadhanah dari ibunya, kecuali bila ibunya telah meninggal dunia, maka kedudukannya dapat digantikan. Hal ini juga didukung dalam Mahzab Syafi'i yang menyatakan bahwa, hak atas penguasaan anak itu berturut-turut adalah ibu, ibunya ibu dan seterusnya hingga ke atas dengan syarat mereka itu adalah ahli waris si anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Completion of child custody is a complicated thing for the child is a baby of the marriage. Children can not simply be separated from the father or mother. Similarly, the father or a mother can not simply be separated from anaknnya. This happens in the case of a divorced Estianti Maia Ahmad Dhani. The Supreme Court rejected the appeal filed by Ahmad Dani through Supreme Court Decision Number. 282 K/AG/2009. This study aimed to know the legal reasoning of judges in determining child custody in Supreme Court Decision Number. 282 K/AG/2009. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridical approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The results suggest that, the judge in favor of the plaintiff's mother (Maia Estianty), and gives custody of the three children, Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, and Ahmad Abdul Qodir Jaelani to the mother (Maia Estianty). This is in accordance with Article 41 of Law 1 of 1974 on Marriage, Article 105 of the Compilation of Islamic Law, Article 156 of the Compilation of Islamic Law also states that, as a result of divorce is marriage breakdown, children not eligible mumayyiz hadhanah of his mother, except when his mother had died, then the position can be replaced. It is also supported in the Shafi'i branch of Islam, which states that the right to control the child row is the mother, her mother's mother and so on up to the top on the condition that they are the heirs of the child.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save