Home
Login.
Artikelilmiahs
38529
Update
JALU PRIMA SAKTI
NIM
Judul Artikel
EKSPLORASI MEKANISME AKSI SENYAWA ARTOCARPIN SEBAGAI ANTI-KANKER PAYUDARA SECARA BIOINFORMATIKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kanker payudara merupakan salah satu kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia, terhitung sekitar 11,7% kasus pada tahun 2020 dengan angka kematian mencapai 684.996 jiwa. Lebih dari 2 juta wanita (25% dari semua wanita dengan kanker) didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun di seluruh dunia. Bahan alam yang memiki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber obat kanker payudara adalah Artocarpin yang merupakan senyawa aktif yang berasal dari Artocarpus heterophyllus (nangka), Hingga kini informasi mengenai peran dari artocarpin secara molekuler dalam menghambat protein tertentu pada kanker payudara masih belum diketahui. Oleh karena itu, masih terdapat peluang untuk dikaji lebih lanjut peran artocarpin terhadap protein target lainnya pada sel kanker payudara. Penelusuran data dilakukan dengan menggunakan PubMed, STITCH, STRING, dan PDB. Data yang didapatkan dari STITCH dan STRING dibandingkan dengan data regulasi kanker payudara. Interaksi dari tiap protein diliat dari STRING dan Cytoscape untuk melihat top 10 hub gene. Protein yang potensial dilakukan simulasi docking untuk melihat interaksi antara protein dan senyawa. Target potensial dari artocarpin yaitu DPYSL2, GSK3B, RHOA, CDK5, FYN, PLXNA2, PLXNA3, SHMT2, PHGDH, dan SEMA3A. SHMT2, PHGDH dan RhoA menjadi protein yang potensial ditargetkan ketiga senyawa tersebut karena merupakan protein penting dalam kanker payudara. Hasil penambatan molekuler menunjukkan artocarpin senyawa paling potensial berdasarkan energi ikatannya pada PHGDH lebih kuat dari energi ikatan ligan natif dibanding senyawa lainnya yaitu -10,8 kkal/mol. Artocarpin mengikat residu asam amino tertentu pada sisi aktif. Hasil penambatan molekuler menunjukkan Artocarpin merupakan senyawa dari tanaman artocarpus heterophyllus yang dapat dijadikan obat antikanker payudara karena potensialnya
Abtrak (Bhs. Inggris)
Breast cancer is one of the most common cancers in women worldwide, accounting for approximately 11.7% of cases in 2020 with a mortality rate of 684,996. More than 2 million women (25% of all women with cancer) are diagnosed with breast cancer each year worldwide. Artocarpin, an active compound derived from Artocarpus heterophyllus (jackfruit), has the potential to be developed as a source of breast cancer drugs. Until now, information on the role of artocarpin molecularly in inhibiting certain proteins in breast cancer is still unknown. Therefore, there are still opportunities to further study the role of artocarpin against other target proteins in breast cancer cells. Data searches were conducted using PubMed, STITCH, STRING, and PDB. Data obtained from STITCH and STRING were compared with breast cancer regulatory data. The interaction of each protein was looked at from STRING and Cytoscape to see the top 10 hub gene. The potential targets of artocarpin are DPYSL2, GSK3B, RHOA, CDK5, FYN, PLXNA2, PLXNA3, SHMT2, PHGDH, and SEMA3A. SHMT2, PHGDH and RhoA are potential proteins targeted by the three compounds because they are important proteins in breast cancer. Molecular docking results showed that artocarpin is the most potential compound based on its binding energy to PHGDH, which is stronger than the binding energy of the native ligand compared to other compounds, namely -10,8 kcal/mol. Artocarpin binds to specific amino acid residues on the active side. Artocarpin is a compound from the plant Artocarpus heterophyllus that can be used as a breast anticancer drug because of its potential.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save