Home
Login.
Artikelilmiahs
38500
Update
ANNISA NADIA JANETH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN KADAR Mn TERHADAP PERTUMBUHAN JERUK MUTAN VARIETAS TAWANGMANGU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jeruk keprok Tawangmangu merupakan salah satu varietas unggul lokal yang berasal dari wilayah Tawangmangu. Kendala dalam budidaya jeruk keprok salah satunya adalah kurangnya unsur hara, sehingga upaya yang dilakukan petani untuk peningkatan produksi tanaman jeruk tersebut salah satunya adalah dengan pemberian pupuk. Mangan (Mn) berperan dalam metabolisme nitrogen dan asam anorganik, fotosintesis, perombakan karbohidrat, pembentukan keratin, riboflavin dan asam askorbat. Jeruk mutan hasil mutasi dari seleksi terhadap kualitas yang dilakukan secara pemuliaan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Mendapatkan kadar pupuk Mn yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman jeruk varietas Tawangmangu. 2) Mendapatkan genotipe jeruk yang baik dari varietas Tawangmangu. 3) Mendapatkan interaksi antara penambahan kadar pupuk Mn dengan genotipe jeruk varietas Tawangmangu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu penambahan kadar pupuk Mn dan faktor kedua yaitu genotipe tanaman jeruk varietas Tawangmangu (V). Variabel yang diamati yaitu: pertambahan jumlah cabang, pertambahan panjang tunas, pertambahan jumlah daun, kehijaun daun, luas daun, LAI (Leaf Area Indeks) dan ANR (Aktivitas Nitrat Reduktase). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Mn dengan kadar 1,42% lebih efektif dibandingan dengan penambahan kadar Mn 2,10%. Genotipe tetua lebih baik dibandingkan mutannya. Terdapat interaksi antara Mn dan genotipe jeruk pada variabel pertambahan jumlah cabang, pertambahan panjang tunas, pertambahan jumlah daun, luas daun dan LAI.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tawangmangu genotype is one of the local superior varieties originating from the Tawangmangu region. One of the obstacles in the cultivation of tangerines is the lack of nutrients, so one of the efforts made by farmers to increase the production of citrus plants is by applying fertilizers. Manganese (Mn) plays a role in the metabolism of nitrogen and inorganic acids, photosynthesis, the breakdown of carbohydrates, the formation of keratin, riboflavin and ascorbic acid. Mutant oranges are the result of genetically improved quality through plant breeding. This research was conducted with the aim of 1) Obtaining the right concentration of Mn fertilizer for the growth of the Tawangmangu citrus variety. 2) Getting good citrus genotypes on the Tawangmangu variety. 3) Obtain the interaction between the addition of Mn fertilizer content and the genotype of the Tawangmangu variety. The design used in this study was a Randomized Completely Block Design (RCBD) using 2 factors. The first factor was the addition of Mn fertilizer content and the second factor was the genotype of the Tawangmangu (V) citrus variety. The variables observed were: increase in the number of branches, increase in shoot length, increase in the number of leaves, chlorophyl content, leaf area, LAI (Leaf Area Index) and RNA (Nitrate Reductase Activity). The results showed that the addition of 1.42% Mn was more effective than the addition of 2.10% Mn. The genotypic treatment of the mother plant was better than that of the mutants. There is an interaction between Mn and citrus genotypes in the variable number of branches, increase in length of shoots, increase in number of leaves, leaf area and LAI.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save