Home
Login.
Artikelilmiahs
38474
Update
SITI MURTAFIAH
NIM
Judul Artikel
Bias Kelas dalam Video Pembelajaran TV Edukasi Kemendikbud
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Televisi sebagai media massa populer yang dikonsumsi masyarakat dari berbagai kalangan, seringkali lebih mengakomodasi budaya kelas dominan (kelas atas). Hal ini ditunjukkan melalui berbagai program TV mulai dari sinetron, film, komedi, talk show, reality show, hingga iklan, yang sering menampilkan simbol status kelas atas. Peran TV Edukasi (TVE) sebagai salah satu media pendidikan menjadi penting untuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dari kelas atas maupun kelas bawah. TVE tentu diharapkan mampu menyajikan tayangan yang dapat mengakomodasi nilai-nilai budaya semua lapisan masyarakat secara seimbang. Namun, dalam realita yang terjadi bisa saja tidak demikian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan keberadaan bias kelas dalam program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVE Kemendikbud serta menggambarkan budaya kelas atas dan kelas bawah yang disosialisasikan pada program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar simbol status yang disosialisasikan pada tayangan BDR adalah simbol kelas atas. Hal ini mengindikasikan adanya bias kelas atas dalam tayangan tersebut. Melalui sosialisasi yang didominasi kelas atas, kelas bawah dipaksa mempelajari budaya yang berbeda dengan budayanya sendiri. Inilah yang kemudian disebut sebagai kekerasan simbolik. Mekanisme ini terlihat jelas dari proporsi budaya kelas atas yang lebih sering disosialisasikan daripada budaya kelas bawah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Television as a popular mass media consumed by people from various backgrounds, often accommodates the culture of the dominant class (upper class). This is demonstrated through various TV programs ranging from soap operas, films, comedies, talk shows, reality shows, to commercials, which often display upper-class status symbols. The role of Televisi Edukasi (TVE) as one of the educational media is important to introduce cultural values from the upper and lower classes. TVE is certainly expected to be able to present broadcasts that can accommodate the cultural values of all levels of society in a balanced way. However, in reality that may not be the case. This study aims to identify the existence of class bias in the Belajar Dari Rumah (BDR) program at the Ministry of Education and Culture's TVE and describe the upper class and lower class culture that is socialized in the program. The method used in this research is quantitative content analysis method. The results of the research show that most of the socialized status symbols on BDR broadcasts are symbols of the upper class. This indicates an upscale bias in the broadcast. Through socialization which is dominated by the upper class, the lower class is forced to learn a culture that is different from their own. This is what is then referred to as symbolic violence. This mechanism can be seen clearly from the proportion of upper-class culture that is socialized more often than lower-class culture.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save