Home
Login.
Artikelilmiahs
38443
Update
AGI FITRIANTO
NIM
Judul Artikel
TINGKAT PENCEMARAN KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL MUARA KALI IJO (KEEMKI), KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kawasan Ekosistem Esensial Muara Kali Ijo (KEEMKI) memiliki potensi pencemaran yang cukup tinggi dikarenakan lokasinya yang berada di muara dan dekat dengan area wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan parameter yang diduga menjadi sumber pencemaran dan melakukan penilaian tingkat pencemaran di KEEMKI. Metode penelitian menggunakan survey random sampling dengan pemilihan lokasi berdasarkan keterwakilan area mangrove dan badan sungai. Data primer berupa kualitas air yang diukur secara digital dan analisis lab. Data kualitas perairan digunakan untuk menentukan status pencemaran wilayah KEEMKI dengan menghitung Indeks Pencemaran (IP). Peneliti menemukan bahwa potensi pencemaran diduga berasal dari kandungan nutrien yang berlebih. Hasil perhitungan IP menunjukkan bahwa KEEMKI berada pada status tercemar sedang. Untuk memperbaiki kualitas perairan KEEMKI, diperlukan setidaknya pengurangan konsentrasi nutrien perairan sebanyak 70%. Ketidakseragaman konsentrasi nitrat menunjukkan adanya potensi serapan beban pencemar oleh mangrove, sehingga upaya pengurangan pencemaran dapat dilakukan dengan menambah area serapan beban pencemar oleh mangrove.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Essential Ecosystem Area of Kali Ijo Estuary (KEEMKI) has potential for pollutants input into the waters because of its current location that near recreation site. This research aim to discover the potential pollutant which can damage the KEEMKI, and to assessment the ecological condition of KEEMKI using Pollution Index (IP). This research used random sampling survey methode, sampling location divide to mangrove and river area. Primary data was water quality that digitally measured. Data was used to describe pollution status of KEEMKI using IP. Research found the potential pollutan of KEEMKI was nutrient. IP shown that the KEEMKI area is moderately polluted. Pollution is suspected due to nutrient inputs sourced from ponds and restaurants. To improve the quality of KEEMKI habitat, at least a 70% reduction of nitrates concentration is needed. Different concentration of nitrate betwenn sampling location may appear because nitrate absorption of mangrove. Improvement can be made by increasing the area of pollutant absorption loads by mangrove.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save