Home
Login.
Artikelilmiahs
38408
Update
PRANAMUKTI WICAKSONO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP KARAKTERISTIK WARNA STROBILANTHES, SECANG, DAN TEGERAN PADA BATIK PEWARNA ALAM
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Pewarnaan batik dapat dilakukan dengan menggunakan pewarna yang berasal dari bahan alami seperti Strobilanthes cusia, secang, dan tegeran. Zat warna alami dapat terikat sempurna ke dalam kain batik jika digunakannya mordan pada proses pewarnaan batik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis mordan terhadap karakteristik warna strobilanthes, secang, dan tegeran pada batik pewarna alam serta menganalisis intensitas warna dan ketahanan luntur batik pewarna alam terhadap pengaruh pencucian dan pengeringan. Uji klasifikasi kain batik dilakukan dengan menguji ketuaan warna kain dan menguji tahan luntur warna. Mordan tunjung diketahui paling banyak menyerap warna dan mordan aluminium asetat paling sedikit menyerap warna. Uji ketahanan luntur warna pada sinar matahari yang paling tinggi adalah zat warna alami indigo pada mordan tawas, tunjung dan aluminium asetat dengan nilai 4-5 (baik). Uji ketahanan luntur warna pada pencucian sabun yang paling tinggi adalah zat warna secang dengan mordan aluminium asetat dengan nilai 4 (baik). Uji ketahanan luntur warna pada uji gosokan kering yang paling tinggi adalah secang dan tegeran pada mordan tawas, tunjung, dan aluminium asesat dengan nilai 5 (baik sekali). Uji ketahanan luntur warna pada uji gosokan basah yang paling tinggi adalah zat warna alami secang dan tegeran pada mordan aluminium asetat dan tawas dengan nilai 5 (baik).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Batik is one of Indonesia's cultural heritage which has been recognized by UNESCO. Batik coloring can be done using dyes derived from natural materials such as Strobilanthes cusia, secang, and tegeran. Natural dyes can be perfectly bonded to batik cloth if mordant is used in the batik coloring process. The aim of this study was to determine the effect of the type of mordant on the color characteristics of strobilanthes, secang, and tegeran in natural dyed batik and to analyze the color intensity and fastness of natural dyed batik against the effects of washing and drying. The classification test for batik cloth is carried out by testing the color aging of the cloth and testing the color fastness. The tunjung mordant is known to absorb the most color and the aluminum acetate mordant absorbs the least. The highest color fastness test in sunlight was natural indigo dye on mordant alum, tunjung and aluminum acetate with a score of 4-5 (good). The highest color fastness test for soap washing was sappan dye with aluminum acetate mordant with a value of 4 (good). The highest test for color fastness in the dry rub test was sappan and tegeran on alum, tunjung, and aluminum acetate mordant with a score of 5 (very good). The highest color fastness test in the wet rub test was the natural dyes sappan and teger on aluminum acetate and alum mordant with a value of 5 (good).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save