Home
Login.
Artikelilmiahs
38188
Update
MIFTAHUDDIN NOOR
NIM
Judul Artikel
Perbedaan Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Menengah Pertama dataran tinggi dan dataran rendah di Kecamatan Paguyangan.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Latar belakang: Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang agar dapat menjaga kemampuan kardiorespirasi. Tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama di kecamatan Paguyangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah letak geografis wilayah aktivitas fisik. Aktivitas fisik di dataran tinggi dan dataran rendah berbeda begitu juga dengan wilayah kondisi lingkungan berbeda. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat perbedaan kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama daerah dataran tinggi dan dataran rendah di kecamatan Paguyangan. Metodelogi: Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, instrumen yang digunakan yaitu TKJI usia 13-15 tahun. Teknik pengambilan menggunakan teknik Purposive random sampling dimana siswa daerah dataran tinggi sebanyak 38 siswa dan dataran rendah sebanyak 112 siswa. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan kebugaran jasmani yang meliputi kecepatan, daya tahan dan kekuatan siswa sekolah menengah pertama dataran tinggi memperoleh nilai rata-rata sebesar 16,82 masuk dalam kategori sedang dan dataran rendah 13,47 masuk dalam kategori kurang. Kesimpulan: Tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama dataran tinggi lebih baik dari siswa sekolah menengah pertama dataran rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Background: Physical fitness is a person's ability to maintain cardiorespiratory ability. The level of physical fitness of junior high school students in Paguyangan sub-district can be influenced by several factors, one of which is the geographical location of the physical activity area. Physical activity in the highlands and lowlands is different as well as in different areas of environmental conditions. The purpose of the study: To determine the level of differences in physical fitness of junior high school students in the highlands and lowlands in Paguyangan sub-district. Methodology: This research design uses quantitative descriptive research, the instrument used is TKJI aged 12-15 years. The sampling technique used was purposive random sampling where 38 students were in the highlands and 112 students in the lowlands. Reserch Results: There are differences in the physical fitness of highland junior high school students obtaining an average score of 16.82 in the medium category and 13.47 in the lowland category in the less category. Conclusion: The level of physical fitness of highland junior high school students is better than lowland junior high school students which includes students' speed, endurance and strength.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save