Home
Login.
Artikelilmiahs
38117
Update
FADHLAN NANDIWARDANA ANDIYOSA
NIM
Judul Artikel
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI KOPI ARABIKA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DUSUN GUNUNG MALANG DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dusun Gunung Malang terdapat pada ketinggian 1460 mdpl yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi arabika. Petani di Dusun Gunung Malang tidak hanya membudidayakan tanaman kopi. Banyak petani yang membudidayakan tanaman sayuran seperti kentang, wortel, daun bawang, dan sebagainya. Selain itu ada juga yang bekerja diluar usahatani seperti bekerja menjadi buruh bangunan, pedagang dan lain sebagainya. Beragamnya kegiatan yang dilakukan petani kopi membuat adanya berbagai sumber pendapatan. Selain itu kopi masih belum menjadi komoditas utama padahal kopi disana memiliki kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi pendapatan petani kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2020 hingga September 2020 selama 4 bulan pada masa panen 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan jumlah responden yang digunakan adalah metode sensus. Responden yang digunakan pada penelitian kali ini berjumlah 36 responden atau petani kopi arabika dengan kriteria umur tanam yang sama yaitu ditahun 2015. Hasil penelitian menunjukan (1) Biaya usahatani kopi menunjukan angka rata-rata sebesar Rp2.767.018. Penerimaan usahatani kopi menunjukan angka rata- rata sebesar Rp5.415.556 selama satu musim panen atau 4 bulan ditahun 2020. Pendapatan usahatani kopi menunjukan angka rata-rata sebesar Rp2.648.538. (2) Kontribusi pendapatan usahatani kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 30% yang dapat dikategorikan sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gunung Malang Hamlet is located at an altitude of 1460 masl which is suitable for the growth of Arabica coffee plants. Farmers in Gunung Malang Hamlet do not only cultivate coffee plants. Many farmers cultivate vegetable crops such as potatoes, carrots, leeks, and so on. In addition, there are also those who work outside of farming, such as working as construction workers, traders, and so on. The variety of activities carried out by coffee farmers creates various sources of income. In addition, coffee is still not a major commodity even though the coffee there has good quality. The purpose of this study was to determine the costs, receipts, income, and income contribution of Arabica coffee farmers to household income. The research was conducted from June 2020 to September 2020 for 4 months during the 2020 harvest. The research method used was a survey method. The method of taking the number of respondents used is the census method. The respondents used in this study were 36 respondents or Arabica coffee farmers with the same planting age criteria, namely in 2015. The results showed (1) Coffee farming costs showed an average figure of IDR 2,767,018. Coffee farming income shows an average figure of Rp. 5,415,556 during one harvest season or 4 months in 2020. Coffee farming income shows an average figure of Rp. 2,648,538. (2) The contribution of Arabica coffee farming income to household income is 30% which can be categorized as moderate.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save