Home
Login.
Artikelilmiahs
38018
Update
ALLYA AYU RAHMADHANTI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Dosis Pupuk NZEO-SRPLUS dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jagung menduduki urutan kedua setelah padi sebagai tanaman pangan di Indonesia. Pertumbuhan dan hasil tanaman dipengaruhi oleh teknik budidaya antara lain pemupukan dan jarak tanam. Pemupukan berimbang dapat meningkatkan hasil tanaman. Pemberian N dikombinasikan dangan zeolit supaya mendapatkan hasil signifikan dalam pertumbuhan karena zeolit dapat menjerap unsur N yang terkandung dalam pupuk NZEO-SRPlus. Jarak tanam yang efektif membuat tanaman tumbuh baik tanpa perebutan penyerapan unsur hara. Penelitian dilaksanakan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan percobaan faktorial 5x2 sebanyak 3 ulangan. Faktor pertama dosis pupuk NZEO-SRPlus (D) yaitu 0 kg N/ha, 50 kg N/ha, 100 kg N/ha, 150 kg N/ha, dan 200 kg N/ha. Faktor kedua jarak tanam (J) yaitu 75 cm x 20 cm dan 50 cm x 20 cm. Variabel yang diamati ialah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, bobot tongkol segar, bobot tongkol kering dan panjang tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NZEO-SRPlus mampu meningkatkan variabel pertumbuhan dan produksi jagung manis, dengan dosis optimum untuk setiap variabel berbeda-beda. Dosis pupuk optimum untuk pertumbuhan antara 133,75 sampai 156,64 kg N/ha, sedangkan dosis optimum untuk produksi jagung antara 145,5 sampai 157,02 kg N/ha. Jarak tanam yang berbeda memberikan luas daun dan panjang tongkol yang berbeda. Jarak tanam terbaik untuk kedua variabel tersebut adalah 75 cm x 20 cm. Interaksi dosis pupuk NZEO-SRPlus dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis sehingga tidak didapatkan kombinasi terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Corn has second rank after rice as a food crop in Indonesia. Plant growth and yield are influenced by cultivation techniques such as fertilization and plant spacing. Balanced fertilization can increase crop yields. The application of N can be combined with zeolite in order to get significant results in growth because zeolite can absorb the N element contained in NZEO-SRPlus fertilizer. Effective spacing makes plants grow well without fighting over nutrient absorption. The research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The study used a Completely Randomized Block Design (RCBD) with a 5x2 factorial experiment with 3 replications. The first factor was the dose of NZEO-SRPlus (D) fertilizer, namely 0 kg N/ha, 50 kg N/ha, 100 kg N/ha, 150 kg N/ha, and 200 kg N/ha. The second factor is the spacing (J) which is 75 cm x 20 cm and 50 cm x 20 cm. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, age of male flower exit, age of female flower exit, fresh ear weight, dry ear weight and ear length. The results showed that NZEO-SRPlus fertilizer was able to increase the variables of growth and production of sweet corn, with different optimum doses for each variable. The optimum dose of fertilizer for growth is between 133.75 to 156.64 kg N/ha, while the optimum dose for corn production is between 145.5 to 157.02 kg N/ha. Different planting distance gives different leaf area and cob length. The best planting distance for both variables is 75 cm x 20 cm. The interaction of NZEO-SRPlus fertilizer dose and planting distance did not affect all variables of growth and production of sweet corn plants so that the best combination was not obtained.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save