Home
Login.
Artikelilmiahs
37920
Update
SABILA ROHMAH
NIM
Judul Artikel
Kekerasan terhadap Penyandang Disabilitas dalam Novel Kawi Matin di Negeri Anjing Karya Arafat Nur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini ingin membahas bentuk-bentuk dan penyebab kekerasan berkaitan dengan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas sebagai kelompok minoritas, rentan, dan tidak dianggap “normal” dalam novel Kawi Matin di Negeri Anjing karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan dengan melihat hubungan sosial dan perlakuan terhadap karakter penyandang disabilitas dalam novel, dengan perspektif Lennard J. Davis bahwa "normalitas" adalah konsep yang dikonstruksi secara sosial, dan teori kekerasan Johan Galtung. Dalam novel ini ditemukan bentuk-bentuk kekerasan, berupa kekerasan langsung seperti perundungan dan pemukulan, kekerasan struktural dalam sistem pendidikan dan sosial, dan kekerasan kultural (simbolis) seperti penyebutan kata si Pincang” dan “kaki ayam” terhadap penyandang disabilitas. Lebih lanjut penyebab kekerasan tersebut salah satunya adalah karena perbedaan kondisi fisik dan adanya anggapan bahwa penyandang disabilitas sebagai liyan atau other. Apalagi latar novel ini adalah Aceh ketika masih menjadi Daerah Operasi Militer sehingga penyandang disabilitas rentan terhadap kekerasan ganda, pertama, kekerasan akibat perang, dan kedua, kekerasan akibat perilaku diskriminatif. Kata Kunci: Aceh, disabilitas, diskriminasi, kekerasan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses the forms and causes of violence related to discrimination against persons with disabilities as a minority group, vulnerable, and not considered "normal" in Arafat Nur’s novel Kawi Matin di Negeri Anjing. This study uses a sociology of literature approach with a qualitative descriptive method. The study was conducted by looking at social relations and the treatment of characters with disabilities in the novel, with the perspective of Lennard J. Davis that "normalcy" is a socially constructed concept and Johan Galtung’s violence theory. This novel finds violence, in form of direct violence such as bullying and beatings, structural violence in education and social system, and cultural (symbolic) such as mention of the term “si Pincang” and “kaki ayam”, against persons with disabilities. Furthermore, one of the causes of these problems is due to differences in physical conditions and the assumption that people with disabilities are liyan or other. Moreover, the setting of this novel is Aceh when it was still a Military Operations Area so that persons with disabilities are vulnerable to double violence, firstly, violence due to war, and secondly, violence due to discriminatory behavior. Keyword: Aceh, disability, discrimination, violence.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save