Home
Login.
Artikelilmiahs
37635
Update
NUR YASMIN ALYA RAHMAWATI
NIM
Judul Artikel
Usahatani dan Nilai Tambah Olahan Jambu Air Merah Delima pada KWT Restu Wali Dua Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Demak merupakan penyumbang produksi jambu air terbanyak di Jawa Tengah. Sifat dari produk pertanian yaitu harga fluktuatif, mudah rusak dan busuk jika disimpan dalam periode waktu yang lama. Perlu adanya proses pengolahan untuk meningkatkan nilai jual dari jambu air merah delima. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Restu Wali Dua Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain: 1) Mengetahui kelayakan finansial usahatani tanaman Jambu Air Merah Delima di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. 2) Mengetahui besaran biaya yang digunakan, penerimaan, dan pendapatan yang didapatkan KWT Restu Wali Dua Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak dalam periode satu bulan. 3) Mengetahui besaran nilai tambah yang dihasilkan dari produk olahan ladu varian rasa cokelat dan sirup jambu air merah delima. Penelitian ini menggunakkan analisis data yaitu analisis kelayakan finansial usahatani, analisis kelayakan usaha yang terdiri dari analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis R/C ratio dan Break Even Point (BEP), serta analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Usahatani jambu air merah delima dari kelima petani KWT Restu Wali Dua di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak layak untuk diusahakan. 2) Biaya total yang digunakan sebesar Rp9.174.292,00. Penerimaan total yang didapatkan sebesar Rp11.835.000,00. Pendapatan yang didapatkan sebesar Rp2.660.708,00. 3) Nilai tambah ladu cokelat sebesar Rp27.179,39 (42,41 persen) sehingga tergolong tinggi. Nilai tambah sirup sebesar Rp12.793,6 (28,43 persen) sehingga tergolong sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Demak Regency is the largest contributor to Syzygium aqueum production in Central Java. The characteristics of agricultural products are fluctuating prices, easily damaged and rotten if stored for a long time. There needs to be a processing process to increase the selling value of the Syzygium aqueum. This research was conducted at the Women Farmers Group (KWT) Restu Wali Dua Karangrowo Village, Wonosalam District, Demak Regency. This research aims to : 1) Determine the financial feasibility of farming the Syzygium aqueum in Karangrowo Village, Wonosalam District, Demak Regency. 2) Knowing the amount of fees used, receipts, and income obtained by KWT Restu Wali Dua Karangrowo Village, Wonosalam District, Demak Regency in a period of one month. 3) Knowing the amount of added value produced from chocolate ladu and Syzygium aqueum syrup. This study uses data analysis that consists of financial feasibility analysis of farming, business feasibility analysis consisting of cost, receipts, and income analysis, R/C ratio analysis and Break Even Point (BEP), as well as value-added analysis using the Hayami method. The results showed that: 1) Syzygium aqueum farming from the five KWT Restu Wali Dua farmers in Karangrowo Village, Wonosalam District, Demak Regency is feasible. 2) The total cost used is Rp9,174,292.00. The total revenue obtained is Rp11,835,000.00. The income earned is Rp2,660,708.00. 3) The chocolate ladu's added value is Rp27,179.39 (42.41 percent), which is quite high. The added value of syrup is Rp12,793.6 (28.43 percent), so it is classified as moderate.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save