Home
Login.
Artikelilmiahs
37617
Update
BINTAN NABILA
NIM
Judul Artikel
Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Tembakau Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Besarnya komoditas tembakau dan kontribusinya pada penerimaan negara tidak selalu memberikan pendapatan yang tinggi bagi para petani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha tani tembakau, dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga, serta mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga. Jumlah responden sebanyak 96 dengan teknik pengambilan proportionate random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, uji one sample t-test dan analisis kesejahteraan petani. Hasil uji one sample t-test menyatakan rata-rata pendapatan dari usaha tani tembakau Rp.1.581.267,00 per bulan termasuk dalam pendapatan rendah karena nilai tersebut lebih kecil dari KHL Kabupaten Wonosobo yaitu Rp. 1.853.000,00. Usaha tani tembakau berkontribusi terhadap total pendapatan rumah tangga petani sebesar 57,87%. Tingkat kesejahteraan petani tembakau dinyatakan belum sejahtera karena rata-rata pendapatan perkapita perbulan yaitu Rp. 851.927,00 nilai tersebut dibawah nilai KHL Kabupaten Wonosobo yaitu sebesar Rp. 1.853.000,00. Implikasi dalam penelitian ini adalah petani perlu menekan biaya terbesar yaitu tenaga kerja sehingga dapat mengurangi total biaya dan memperbesar penerimaan. Pemerintah daerah dapat memberikan arahan dan pendampingan kepada petani tembakau agar bisa mengalokasikan luas lahannya untuk tanaman yang lebih tinggi permintaannya, dan tanaman yang tidak berkaitan dengan kasus kesehatan seperti tembakau, sehingga lebih aman untuk dijalankan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The size of the tobacco commodity and its contribution to state revenues do not always provide high income for farmers. The purpose of this study was to analyze the income of tobacco farming, and its contribution to household income, as well as to measure the level of household welfare. The number of respondents was 96 with proportionate random sampling technique. This study uses quantitative methods with descriptive analysis techniques, one sample t-test and farmer welfare analysis. The results of the one sample t-test state that the average income from tobacco farming is Rp. 1,581,267.00 per month, including low income because this value is smaller than KHL Wonosobo Regency, which is Rp. 1,853,000.00. Tobacco farming contributes to the total household income of farmers by 57.87%. The level of welfare of tobacco farmers is declared not yet prosperous because the average per capita income per month is Rp. 851,927.00 this value is below the value of KHL Wonosobo Regency, which is Rp. 1,853,000.00. The implication of this research is that farmers need to reduce the largest cost, namely labor so that they can reduce total costs and increase revenues. Local governments can provide direction and assistance to tobacco farmers so that they can allocate their land area for crops that are higher in demand, and plants that are not related to health cases, such as tobacco, so that they are safer to operate.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save