Home
Login.
Artikelilmiahs
37535
Update
MUHAMAD SIDIQ PRASETYO
NIM
Judul Artikel
Hubungan Lingkungan Pengendapan dan Kualitas Batubara di Cekungan Kutai Bagian Utara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kaubun merupakan salah satu lokasi penghasil batubara. Analisis kualitas batubara bertujuan untuk mengetahui kandungan batubara, yang kemudian menjadi penting sebagai langkah acuan dalam pemanfaatan batubara pada proses selanjutnya agar lebih ekonomis dan efisien tersebut.Penelitian ini berfokus pada hubungan antara lingkungan pengendapan batubara terhadap kualitas yang dihasilkan, sehingga data yang didapat perlu dibandingkan. Penentuan kualitas batubara didasarkan pada analisis proksimat, ultimat, serta uji nilai kalori. Selain itu untuk mengetahui fasies lingkungan pengendapan batubara tersebut dilakukan analisis stratigrafi menggunakan data hasil pengeboran. Analisis stratigrafi menghasilkan fasies endapan berada pada lokasi delta plain dengan sub-fasies didominasi endapan interdistributary bay pada tiap seam batubara. Berdasarkan analisis tersebut menyimpulkan bahwa pada lokasi ini, endapan yang dihasilkan memiliki kadar kalori yang lebih tinggi, yaitu sebesar 5534 – 5919 kkal/kg. Selain nilai kalori yang dihasilkan tinggi, faktor lain seperti abu dan sulfur yang dihasilkan juga lebih tinggi dibanding fasies lainnya. Kadar sulfur tercatat memiliki nilai 0,39 – 2,12 %, dan kadar abu yang sebesar 3,54 – 7,02 %.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kaubun is one of the coal mining locations. Coal quality analysis is proper to determine the coal content, that becomes important as a consideration step in the utilization of coal in the next process to make it more economical and efficient. Determination of coal quality is based on proximate, ultimate, and calorific value analysis. In addition, to determine the facies of the coal depositional environment, a stratigraphic analysis was carried out using drilling data. Stratigraphic analysis showed that the facies of the deposits are located at the delta plain location with the sub-facies dominated by interdistributary bay deposits in each coal seam. Based on the analysis concluded that at this location, the resulting sediment has a higher calorific content, which is 5534 – 5919 kcal/kg. In addition to the high calorific value, other factors such as ash and sulfur produced are also higher than other facies. Sulfur content was recorded as having a value of 0.39 – 2.12%, and an ash content of 3.54 – 7.02%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save