Home
Login.
Artikelilmiahs
37533
Update
ALMARA VANISSA WIDIYANTO
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK BUAH KAPAL INDONESIA YANG BEKERJA DI KAPAL ASING KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal asing merupakan pekerjaan yang rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dikarenakan tidak adanya pihak yang dapat mengawasi disaat ABK menjalankan pekerjaannya di laut lepas. Permasalahan eksploitasi tenaga kerja tersebut diperlukan adanya perlindungan hukum terhadap ABK Indonesia yang bekerja di kapal asing korban tindak pidana perdagangan orang. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan Undang-Undang (statue approach) dan pendekatan konsepsual (conceptual approach). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, kemudian diolah dengan metode reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Data sekunder yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk naratif. Secara viktimologis pemberian perlindungan hukum dengan sistem restitusi belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan korban, dikarenakan terdapat peraturan mengenai pidana pengganti terhadap pelaku apabila tidak mampu untuk memenuhi restitusi, hal tidak dapat mengurangi penderitaan korban. Pengaturan mengenai ABK Indonesia yang bekerja di kapal asing korban tindak pidana perdagangan orang telah diatur dalam hukum positif Indonesia UU No. 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU No. Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran baik ABK Indonesia legal maupun ilegal yang bekerja di kapal asing korban tindak pidana perdagangan orang berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dengan perimbangan yang berbeda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesian Ship crew who work on foreign vessels are jobs that are vulnerable to human rights violations because there is no party who can supervise when crew members carry out their work on the high seas. The problem of labor exploitation requires legal protection for Indonesian crew members who work on foreign ships who are victims of the crime of trafficking in persons. The approach method used is normative juridical by using the statue approach and conceptual approach. The type of data used is secondary data, the data collection method used is literature study, then processed by data reduction methods, data display, and data categorization. The secondary data collected were analyzed using qualitative analysis and presented in narrative form. Victimologically, the provision of legal protection with a restitution system has not fully taken into account the needs of the victim, because there are regulations regarding criminal substitutes for the perpetrator if they are unable to fulfill restitution, it cannot reduce the suffering of the victim. Regulations regarding Indonesian crew members working on foreign vessels who are victims of the crime of trafficking in persons have been regulated in Indonesian positive law, Law no. 21 of 2007 concerning the Crime of Trafficking in Persons, Law no. Number 18 of 2017 concerning the Protection of Migrant Workers, both legal and illegal Indonesian crew members who work on foreign ships, victims of the crime of trafficking in persons are entitled to legal protection with different balances.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save