Home
Login.
Artikelilmiahs
37352
Update
EMA ALFIANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ASUPAN MAGNESIUM, KOLESTEROL, FITOESTROGEN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI (STUDI KASUS PADA SISWI SMP NEGERI 9 PURWOKERTO)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Masa remaja awal ialah masa terjadinya kematangan seksual yang ditandai dengan pubertas, labilitas emosi yang kurang terkontrol dan dapat mengalami gangguan kesehatan, seperti kejadian sindrom pramenstruasi. Asupan zat gizi dari makanan dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan terjadinya gejala sindrom pramenstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan magnesium, kolesterol, fitoestrogen dan aktivitas fisik terhadap kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri. Metodologi: Desain penelitian ini cross sectional dengan jenis penelitian observasional analitik. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 9 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 73 orang, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan meliputi kuesioner sPAF, SQ-FFQ dan PAQ-A. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan antara kecukupan asupan magnesium dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p>0,05). Terdapat hubungan antara asupan kolesterol dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p<0,05, r=0,319). Tidak ada hubungan antara asupan fitoestrogen dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p>0,05). Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p<0,05, r=-0,276). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecukupan asupan magnesium dan asupan fitoestrogen terhadap kejadian sindrom pramenstruasi. Terdapat hubungan antara asupan kolesterol dan aktivitas fisik terhadap kejadian sindrom pramenstruasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Early adolescence is a period of sexual maturity marked by puberty, uncontrolled emotional lability and can experience health problems, such as the incidence of premenstrual syndrome. Nutrient intake from food and physical activity can affect hormonal imbalances that result in symptoms of premenstrual syndrome. This study aimed to determine the correlation between intake of magnesium, cholesterol, phytoestrogens and physical activity in the incidence of premenstrual syndrome in adolescent women. Methodology: This study used a cross-sectional research design with an analytic observational research type. The research was conducted at Junior High School 9 Purwokerto with a total sample of 73 people, taken by simple random sampling technique. The research instruments used included the sPAF, SQ-FFQ and PAQ-A questionnaires. The data obtained were analyzed using the Spearmstan Rank test. Results: There was no correlation between adequate magnesium intake and the incidence of premenstrual syndrome (p>0,05). There was a correlation between cholesterol intake and the incidence of premenstrual syndrome (p≤0,05, r=0,319). There was no correlation between phytoestrogen intake and the incidence of premenstrual syndrome (p>0,05). There was a correlation between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome (p≤0,05,r=-0,276). Conclusion: There was no correlation between adequate intake of magnesium and intake of phytoestrogens on the incidence of premenstrual syndrome. There was a correlation between cholesterol intake and physical activity in the incidence of premenstrual syndrome.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save