Home
Login.
Artikelilmiahs
37349
Update
HERDHO HUSNA AKMALA
NIM
Judul Artikel
Analisis Kepentingan Jepang terhadap Indonesia setelah Kegagalan dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tahun 2017-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pertama kali digagas oleh Jepang terhadap Indonesia dalam skema besar Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Kekalahan Jepang atas China dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukan menandakan berakhirnya hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Jepang. Simbiosis mutualisme dari kerja sama tersebut yang membuat Indonesia telah menjadi mitra strategis Jepang dalam industri manufaktur sejak lama. Untuk mengetahui kepentingan Jepang terhadap Indonesia setelah kegagalan dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, penulis menggunakan konsep kepentingan nasional dan teori merkantilis dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari hasil telaah berita media massa, buku, publikasi ilmiah yang terbit di jurnal bereputasi, maupun laporan penelitian lainnya. Selain itu, penulis juga memasukkan dinamika proyek kereta cepat di Asia Tenggara dan peran Shinkansen sebagai simbol kebangkitan Jepang pasca perang dunia kedua. Penelitian ini beragumen bahwa praktek ekonomi politik Jepang tidak terlepas dari kepentingan nasional Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Jakarta-Bandung high-speed rail project was first initiated by Japan against Indonesia in the grand scheme of the National Railway Master Plan. Japan's defeat over China in the Jakarta-Bandung high-speed rail project does not meanl the end of the cooperative relationship between Indonesia and Japan. The mutualism symbiosis of this cooperation has made Indonesia a strategic partner of Japan in the manufacturing industry for a long time. To find out Japan's interest in Indonesia after the failure of the Jakarta-Bandung high-speed rail project, the author uses the concept of national interest and mercantilist theory with descriptive qualitative methods. The data is obtained from the results of the study of mass media news, books, scientific publications published in reputable journals, as well as other research reports. In addition, the author also includes the dynamics of the high-speed train project in Southeast Asia and the role of the Shinkansen as a symbol of Japan's rise after the second world war. This study argues that the practice of Japanese political economy is inseparable from Japan's national interests.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save