Home
Login.
Artikelilmiahs
37174
Update
NADA KUSUMAWATI
NIM
Judul Artikel
Representasi Motherhood Pada Karakter Hantu Perempuan dalam Film Asih (2018)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Seiring perkembangan zaman, film mengalami perkembangan. Hal itu dapat dilihat melalui kemunculan beberapa genre film. Film memiliki beberapa genre yaitu, film drama, film thriller, film romance, film komedi, film action, film pendek, film kartun dan film horor. Di Indonesia, genre horor merupakan genre yang paling konsisten diproduksi. Konsep keibuan (motherhood) menjadi satu topik menarik untuk dijadikan bahan produksi film. Karakter dan posisi ibu dalam film horor dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : (1) sebagai monster/hantu yang menjadi musuh utama di mana karakter ibu memiliki sifat ganas dan jahat ; (2) ibu yang memiliki karakter kaku dan membatasi kehidupan anak-anaknya; dan (3) ibu yang egois dan tidak peduli serta kasar secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Representasi motherhood pada karakter hantu perempuan dalam film Asih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Charles Sanders Peirce. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Asih (2018). Peneliti akan memfokuskan pada sepuluh potongan adegan film sebagai data utama yang dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter hantu perempuan memunculkan aspek motherhood. Representasi motherhood yang dibagi menjadi dua kategori yakni good mother (ibu yang baik) dan bad mother (ibu yang buruk). Representasi hantu Asih sebagai bad mother dapat dilihat dari adegan Asih meneror Puspita dan menculik bayi dengan ciri fisik yang menyeramkan dan hubungan maternal yang mencoba membahayakan anak dengan sifat agresif dan egois. Sedangkan representasi hantu Asih sebagai good mother dapat dilihat dari adegan memandikan dan menyanyikan lagu indung-indung kepada bayi dengan sifat lemah lembut dan ciri fisik layaknya Asih semasa hidupnya ketika menjadi ibu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Along with the times, films have developed. This can be seen through the emergence of several film genres. Films have several genres, namely, drama films, thriller films, romance films, comedy films, action films, short films, cartoon films and horror films. In Indonesia, the horror genre is the most consistently produced genre. The concept of motherhood becomes an interesting topic to be used as material for film production. Character and position of the mother in horror films are grouped into three, namely: (1) as a monster/ghost who becomes the main enemy where the mother character has a vicious and evil nature; (2) mothers who have a rigid character and limit the lives of their children; and (3) a mother who is selfish and uncaring and emotionally abusive. This study aims to determine the representation of motherhood in female ghost characters in the film Asih.This study uses qualitative methods with data analysis techniques used in this study is Charles Sanders Peirce's semiotics. The material used in this study is the film Asih (2018). Researchers will focus on ten pieces of film scenes as the main data analyzed. The results of this study indicate that the female ghost character raises the aspect of motherhood. Motherhood representation which is divided into two categories, namely good mother (good mother) and bad mother (bad mother). The representation of Asih's ghost as a bad mother can be seen from the scene of Asih terrorizing Puspita and kidnapping a baby with scary physical characteristics and maternal relationships who try to harm the child by being aggressive and selfish. While the representation of Asih's ghost as a good mother can be seen from the scene of bathing and singing the mother's song to the baby with gentle nature and physical characteristics like Asih during her life when she became a mother.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save