Home
Login.
Artikelilmiahs
37114
Update
DWI RAHMA KARTIKASARI
NIM
Judul Artikel
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PINJAM-MEMINJAM STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 687/Pdt.G/2017/PN. SBY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Skripsi dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Pinjam-Meminjam Studi Kasus Putusan Nomor 687/Pdt.G/2017/PN.SBY” ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam memutus perkara wanprestasi pada perjanjian pinjam-meminjam serta kerugian akibat oleh wanprestasi pada perjanjian pinjam meminjam. Dalam perjanjian pinjam meminjam, pada saat pihak pertama menyerahkan objek perjanjian kepada pihak kedua terdapat syarat dimana pihak kedua harus mengembalikan objek perjanjian dalam jumlah dan keadaan yang sama serta terdapat jangka waktu dalam mengembalikan objek perjanjian. Objek pada perjanjian pinjam meminjam merupakan barang yang dapat habis karena pemakaiannya. Apabila pihak kedua tidak mengembalikan dalam jumlah dan keadaan yang sama serta melewati jangka waktu yang ditentukan maka pihak kedua dianggap wanprestasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative, dengan spesifikasi penelitian deskriptis analitis, dengan menggunakan data sekunder, pengumpulan data dan studi kepustakaan, serta data yang dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pertama, untuk menentukan adanya wanprestasi dalam perjanjian pinjam meminjam dapat dilakukan dengan melihat unsur-unsur wanprestasi telah terpenuhi atau tidak. Karena terdapat macam-macam bentuk wanprestasi sehingga dapat mengkualisir bentuk wanprestasi mana yang telah dilakukan. Kedua, dalam menentukan ganti rugi akibat wanprestasi telah diatur dalam Pasal 1243 KUHPerdata. Kerugian akibat wanprestasi terdiri dari biaya, rugi, dan bunga. Pasal 1767 KUHPerdata menyebutkan bunga yang ditetapkan dalam perjanjian boleh ditentukan sendiri atau sesuai dengan ketentuan undang-undang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Thesis entitled " juridical review of default in the loan agreement Case Study Decision No. 687/Pdt.G/2017/PN.SBY” this is done to analyze the legal considerations of the panel of judges in deciding the case of default on loan agreements and losses due to default on loan agreements. In the loan agreement, when the First party delivers the object of the agreement to the second party there is a condition where the second party must return the object of the agreement in the same amount and condition and there is a period of time in returning the object of the agreement. The object of the loan agreement is an item that can be exhausted due to its use. If the second party does not return the same amount and circumstances and passes the specified period, the second party is considered to be in default. This study uses normative juridical method, with descriptive analytical research specifications, using secondary data, data collection and library studies, as well as data collected and then presented in the form of narrative texts and qualitative normative data analysis. The results showed first, to determine the existence of default in the loan agreement can be done by looking at the elements of default has been met or not. Because there are various forms of default so that it can quantify which form of default has been done. Secondly, in determining the compensation due to default, it is regulated in Article 1243 of the Civil Code. Losses due to default consist of costs, losses, and interest. Article 1767 of the Civil Code states that the interest established in the agreement may be determined on its own or in accordance with the provisions of the law.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save