Home
Login.
Artikelilmiahs
3704
Update
RIVCKI FERDITRIYANTO
NIM
Judul Artikel
DEMAND OF LPG IN BATURRADEN AND NORTH PURWOKERTO SUB DISTRICTS, BANYUMAS REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pengguna gas elpiji 3kg di Kecamatan Baturraden dan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendapatan, harga gas elpiji 3kg, harga substitusi, dan jumlah tanggungan keluarga terhadap permintaan gas elpiji 3kg dan mengetahui elastisitas masing-masing variabel terhadap besarnya permintaan gas elpiji 3kg. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang menggunakan gas elpiji 3kg, kayu bakar, dan minyak tanah di Kecamatan Baturraden dan Purwokerto Utara. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden dimana 47 kepala keluarga berasal dari Baturraden dan 53 kepala keluarga dari Purwokerto Utara. Simple Random Sampling digunakan dalam penentuan responden Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa: (1) Pendapatan, harga gas elpiji 3kg, harga kayu bakar, jumlah tanggungan keluarga, dan dummy location secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan gas elpiji 3kg, (2) Hasil perhitungan elastisitas diperoleh nilai elastisitas yang berpengaruh besar terhadap permintaan gas elpiji 3kg adalah variabel pendapatan dikarenakan semakin tinggi seseorang dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari seperti kegiatan konsumsi makanan yang dimasak dengan menggunakan gas elpiji maka akan meningkatkan permintaan gas elpiji, ketika harga gas naik maka permintaan gas elpiji akan berkurang, dan ketika harga gas turun maka permintaan gas elpiji akan meningkat. Implikasi dalam penelitian ini yaitu bagi Pertamina dalam hal ini perlu lebih mengadakan sosialiasi kepada masyarakat bahwa menggunakan gas elpiji lebih menguntungkan dibanding dengan menggunakan kayu bakar maupun minyak tanah, sehingga masyarakat tidak takut menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kepada pertamina atau pun pihak terkait juga diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan ketersedian gas elpiji 3 kg, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, karena dengan tersedianya barang akan berpengaruh positif terhadap kestabilan harga barang tersebut. Jika kestabilan harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kg di semua aspek wilayah dapat terpenuhi maka masyarakat yang berpendapatan rendah dan berada di wilayah pedesaan pun dapat menggunakan gas elpiji 3 kg dalam kegiatan sehari-harinya, dengan demikian program yang dicanangkan oleh pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke gas bisa berjalan sesuai rencana.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is a survey study in “Three Kg LPG users in Baturraden and North Purwokerto Sub Districts, Banyumas Regency”. The research aims to know and analyze the influence of income, 3kg LPG price, substitution price, and family costs on 3kg LPG demand and to know elasticity of these validithes on 3kg LPG demand. The sample was household that use 3kg LPG, firewood, and kerosene in Baturraden and North Purwokerto Sub Districts. The respondents were 100 people with 47 family heads from Baturraden and 53 family head from North Purwokerto. Simple Random Sampling was used to decide the respondents. Based on the research result:(1) Income, 3kg LPG price, firewood price, family costs, and dummy location simultaneously have significant influence on 3kg LPG demand, (2) Elasticity calculation result shows that income was the most influential variable, because higher daily needs such as cooked food consumption by using LPG, higher of demand. The LPG price increaseinput to the demand reduce, and otherwise. The implication was Pertamina should socialize the using of LPG which was more beneficial than using firewood and kerosene, thus society as fear to use LPG for daily life.Pertamina and other related parties should maintain the price and supply of 3kg LPG in cities and villages, because of the will gives positive influence to the price stability. If the price and supply were stable, villagers that have low income could consume 3kg LPG for daily activities, thus the program planned by Government about kerosene conversion to LPG was running well.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save