Home
Login.
Artikelilmiahs
36921
Update
OFIK BAHTIAR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS TREND POPULASI DAN PEMETAAN WILAYAH BASIS PENGEMBANGAN TERNAK KERBAU DI KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Analisis Trend Populasi Dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau Di Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 sampai 26 Maret 2022 bertempat di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian yaitu: (1) Mengetahui dan menganalisis trend populasi ternak kerbau 10 tahun terakhir di Kabupaten Cilacap; (2) Mengetahui dan menganalisis pemetaan wilayah basis pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan data sekunder sebagai data utama, sehingga metode pengambilan data diambil secara sensus populasi ternak 10 tahun terakhir yang bersumber dari BPS Kabupaten Cilacap dan sumber data lain yang relevan. Data diambil terhadap wilayah kecamatan dengan metode purposive sampling berdasarkan wilayah yang mempunyai nilai indeks LQ > 1. Trend populasi ternak kerbau dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Pemetaan wilayah basis pengembangan ternak kerbau dianalisis menggunakan analisis LQ (Location Quotient), dimana penentuan wilayah basis didasarkan pada wilayah kecamatan dengan nilai LQ > 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend populasi ternak kerbau selama 10 tahun terkahir dari tahun 2012 sampai 2021 di Kabupaten Cilacap secara umum mengalami penurunan dengan persamaan regresi y = 2597,67 – 131,47x. Populasi ternak kerbau paling banyak terjadi pada tahun 2012 sebanyak 2.965 ekor, sedangkan populasi paling sedikit terjadi pada tahun 2021 sebanyak 1.353 ekor. Hasil analisis LQ menunjukkan wilayah kecamatan yang menjadi basis pengembangan ternak kerbau adalah Kecamatan Nusawungu, Wanareja, Adipala, Majenang, Jeruklegi, Cimanggu dan Kesugihan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Population Trend Analysis and Regional Mapping of Buffalo Livestock Development Base in Cilacap Regency. The research was conducted from 13 to 26 March 2022 in Cilacap Regency, Jawa Tengah Province. The research objectives are: (1) Knowing and analyzing the trend of buffalo population in the last 10 years in Cilacap Regency; (2) Knowing and analyzing the mapping of the base area for buffalo cattle development in Cilacap Regency. The study used secondary data as the main data, so that the data collection method was taken by means of the livestock population census of the last 10 years, sourced from the Cilacap Regency BPS and other relevant data sources. Data was taken from the sub-district area by purposive sampling method based on the area that has an index value of LQ > 1. The trend of the buffalo population was analyzed using simple regression analysis. The mapping of the base area for buffalo cattle development was analyzed using LQ (Location Quotient) analysis, where the determination of the base area was based on the sub-district area with an LQ value > 1. The results showed that the trend of the buffalo population for the last 10 years from 2012 to 2021 in Cilacap Regency was generally decreased with the regression equation y = 2597,67 – 131,47x. The most buffalo population occurred in 2012 as many as 2.965 heads, while the least population occurred in 2021 as many as 1.353 heads. The results of the LQ analysis show that the sub-districts that are the basis for developing buffalo are Nusawungu, Wanareja, Adipala, Majenang, Jeruklegi, Cimanggu and Kesugihan sub-districts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save