Home
Login.
Artikelilmiahs
36912
Update
ORION LAZUARDI
NIM
Judul Artikel
Analisis Komunikasi Spionase Pada Era Perang Dingin
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perang dingin merupakan peristiwa peperangan secara non-konvensional antara blok barat dengan blok timur yang berlangsung dari tahun 1947 sampai 1991. Peperangan non-konvensional dilakukan dengan peperangan informasi dan pencurian data yang dilakukan kedua belah pihak dengan menggunakan spionase. Agen lapangan yang melakukan spionase sudah pasti akan menggunakan metode rahasia untuk berkomunikasi dengan handler. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh agen dengan handler dalam situasi komunikasi spionase dalam satu blok maupun antar blok, penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti kendala apa saja yang menghambat proses komunikasi dalam spionase. Penelitian ini menggunakan teori communication privacy management. Metode penelitian dalam penelitian ini merupakan kualitatif analisis historis. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan analisis data model Miles dan Huberman dan pengembangan validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh agen lapangan menggunakan cara-cara yang disebut dengan komunikasi klandestin untuk menjaga private information dirinya. Agen yang memiliki peranan ganda akan memiliki sistem komunikasi klandestin yang lebih ketat ketimbang agen yang hanya berpusat pada satu pihak saja. Penelitian ini juga mampu menghasilkan bahwa kendala komunikasi yang terjadi dalam kegiatan spionase berkisar pada noise yang terjadi dan adanya gangguan dari organisasi kontra intelijen dari negara lawan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The cold war is a non-conventional warfare between the western bloc and the easter bloc that span between 1947 to 1991. The non-conventional warfare was conducted on the basis of information and data theft warfare between the two blocs using espionage tactics. The spy that conducts espionage operation will most definitely be using clandestine forms of communication to communicate with their handler. This research was conducted to analyze how spies and their handler communicate with each other during espionage operation conducted on either one bloc or between two blocs. This research was also conducted to understand the communication trouble spies have to go through during espionage operation. This research uses communication privacy management theory. The method used in this research is qualitative with historical analysis approach. The informant criteria used is purposive sampling method with Miles and Huberman method of analysis. This research also uses source triangulation method for its data validity. The result of this research shows that the spies communicate with their handler through a method known as clandestine communication method to attain their private information. Agent who works on two bloc will have a much stricter clandestine communication method than those who works on a single bloc. This research also shows that the main communication problem that spies usually encounter comes from noises and disruption from a nation’s counter intelligence organization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save