Home
Login.
Artikelilmiahs
36899
Update
SETIAWATI
NIM
Judul Artikel
KARAKTER ANATOMI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEMPUH WIYANG [Emilia sonchifolia (L.) DC.] BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tempuh wiyang [Emilia sonchifolia (L.) DC.] merupakan tumbuhan kosmopolit yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan. Perbedaan kondisi lingkungan berdampak pada proses fisiologi tumbuhan, karakter anatomi maupun kandungan kimia senyawa yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap karakter anatomi dan aktivitas antioksidan, serta menentukan ketinggian tempat paling optimal bagi tempuh wiyang. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling di Kelurahan Karangwangkal, Purwokerto Utara (0-400 mdpl) dan Kebun Raya Baturraden (401-800 mdpl dan 801-1200 mdpl). Variabel yang diamati adalah karakter anatomi daun dan aktivitas antioksidan, sedangkan parameter yang diamati meliputi ukuran stomata, kerapatan stomata dan kerapatan trikomata per 1 mm2 luas daun, tebal kutikula, tebal epidermis, tebal kutikula, tebal mesofil, rasio palisade, dan nilai IC50 (Inhibition Concentration 50%). Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) pada taraf uji 0,05 dan dilanjutkan uji lanjut Tukey, uji korelasi, dan uji regresi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat tumbuh berpengaruh terhadap variasi ukuran karakter anatomi dan aktivitas antioksidan tempuh wiyang. Terdapat korelasi antara ketinggian tempat tumbuh terhadap kerapatan stomata, ketebalan epidermis, ketebalan mesofil, dan rasio palisade. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa tempuh wiyang yang tumbuh pada ketinggian 0-400 mdpl memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 88,91 µg/ml. Ketinggian tempat tumbuh tempuh wiyang yang paling optimal adalah ketinggian 0-400 mdpl.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tempuh wiyang [Emilia sonchifolia (L.) DC.] is a cosmopolitan plant that can grow in various environmental conditions. Differences in environmental conditions have an impact on the physiological processes of plants, anatomical characters, and chemical content of the compounds they produce. This study aims to determine the effect of altitude on the anatomical character and antioxidant activity and determine the most optimal altitude for wiyang travel. The study used a survey method and purposive sampling in Karangwangkal Village, North Purwokerto (0-400 m.a.s.l), and Baturraden Botanical Gardens (401-800 and 801-1200 m.a.s.l). The variables observed were leaf anatomical characters and antioxidant activity, while the parameters observed included stomata size, stomata density, and trichomata density per 1 mm2 leaf area, cuticle thickness, epidermis thickness, cuticle thickness, mesophyll thickness, palisade ratio, and IC50 value (Inhibition concentration 50%). Data were analyzed using Analysis of Variance (p<0.05) and continued with Tukey's further test, correlation test, and regression test using SPSS. The results showed that the height of the growing place affected variations in the size of the anatomical character and antioxidant activity of wiyang. There is a correlation between the height of the growing site to stomatal density, epidermal thickness, mesophyll thickness, and palisade ratio. In addition, the results of the study showed that the tempuh wiyang plant growing at an altitude of 0-400 m.a.s.l. had the highest antioxidant activity with an IC50 value of 88.91 g/ml. The most optimal altitude where tempuh wiyang grows is an altitude of 0-400 meters above sea level.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save