Home
Login.
Artikelilmiahs
36889
Update
WIDYA PUSPITASARI
NIM
Judul Artikel
KARAKTER MORFOLOGI DAN KANDUNGAN FLAVONOID TEMPUH WIYANG [Emilia sonchifolia (L.) DC.] PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tempuh wiyang [Emilia sonchifolia (L.) DC.] merupakan tumbuhan tergolong gulma yang penyebarannya cukup luas di Indonesia. Kondisi lingkungan yang berbeda menyebabkan setiap jenisnya memiliki morfologi dan potensi metabolit sekunder berbeda sebagai bentuk adaptasi fisik dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan kandungan flavonoid tempuh wiyang pada berbagai ketinggian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel tumbuhan diambil dari beberapa lokasi dengan ketinggian berbeda yaitu di Purwokerto Utara (Fakultas Biologi Unsoed) dengan ketinggian 0-399 m dpl, di kawasan Kebun Raya Baturraden dengan ketinggian 400-799 m dpl dan dengan ketinggian 800-1200 m dpl. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ketinggian tempat tumbuh, sedangkan variabel terikat adalah karakter morfologi dan kandungan flavonoid tempuh wiyang. Parameter yang diamati adalah karakter morfologi daun, batang, bunga, buah dan akar serta kandungan flavonoid. Uji kandungan flavonoid dilakukan dengan metode standar Quersetin. Data dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dengan tingkat kesalahan 5%, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh pada variasi karakter morfologi tinggi tumbuhan, panjang batang, lebar daun, dan panjang daun serta berpengaruh pula pada kandungan flavonoid tempuh wiyang. Hasil menunjukkan bahwa ketinggian 0-399 m dpl merupakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tempuh wiyang karena menghasilkan kandungan flavonoid lebih tinggi dibandingkan yang tumbuh pada ketinggian >400 m dpl yaitu 4.54 µg/mL.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tempuh wiyang (Emilia sonchifolia (L.) DC. ex DC) is a plant belonging to a weed that is widely distributed in Indonesia. These different environmental conditions cause growth adaptation of each type to have different morphology and potential for secondary metabolites as a form of physical and physiological adaptation. This study aims to determine the morphological characters and flavonoid content of tempuh wiyang at various altitudes. The method used in this research is a survey method with purposive random sampling. Plant samples were taken from several locations with different elevations, in Purwokerto Timur (Unsoed Biology Faculty) with an altitude of 0-399 m a.s.l, in the Baturraden Botanical Gardens area with an altitude of 400-799 m a.s.l, and with an altitude of 800-1200 m.a.s.l. The independent variable in this study was the altitude where it grew while the dependent variable was morphological character and content of flavonoids. Parameters that will be observed are morphological characters of leaves, stems, flowers, seeds, and roots as well as flavonoid content. The flavonoid content test was carried out using the standard quercetin method. The data were analyzed by analysis of variance (F test) with an error rate of 5%, then proceed with the Least Significant Difference Test (LSD). The results showed that altitude had an effect on variations in morphological characters of plant height, stem length, leaf width, and leaf length and also affected the flavonoid content of tempuh wiyang. The results show that an altitude of 0-399 m.a.s.l is the optimal environment for the growth of tempuh wiyang because produced higher flavonoid content than those growing at an altitude of >400 m asl which is 4.54 µg/mL.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save