Home
Login.
Artikelilmiahs
36541
Update
RENDHITYA SUSIANA DEWI
NIM
Judul Artikel
KEBIJAKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR DEMAM BERDARAH DENGUE DALAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (STUDI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang harus dicegah dan dikendalikan karena karena merupakan penyakit menular dan menimbulkan kematian. Kabupaten Banyumas merupakan wilayah endemis bagi penyakit menular DBD. Dinas Kesehatan merupakan stakeholder utama dalam kaitannya dengan pencegahan penyebaran penyakit menular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pencegahan penyebaran penyakit menular demam berdarah dengue dalam upaya kesehatan masyarakat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan menganalisis faktor yang cenderung mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan metode wawancara, metode kepustakaan, dan metode dokumenter, yang disajikan dengan teks naratif menggunakan analisis metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang dirumuskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dilakukan berdasarkan kewenangannya yang didapatkan dari peraturan perundang-undangan untuk melakukan tindakan pemerintahan serta menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan asas freies ermessen yang merupakan tindakan hukum pemerintah bersegi satu. Kebijakan tersebut berupa fogging, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan promosi kesehatan, dimana dalam implementasinya sudah terlaksana semuanya, namun kebijakan tersebut belum mampu dikatakan berhasil mengatasi kasus DBD di Kabupaten Banyumas secara optimal karena angka kematiannya masih di atas 1%. Selain itu terdapat faktor pendukung berupa faktor hukumnya, penegak hukum, sarana dan prasarana pendukung dan masyarakat, sedangkan faktor penghambat berupa faktor hukumnya, penegak hukum, sarana dan prasarana pendukung, dan budaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that must be prevented and controlled because it is an infectious disease and causes death. Banyumas Regency is an endemic area for dengue fever. The Department of Health is the main stakeholder in relation to preventing the spread of dengue communicable diseases. This study aims to analyze the policy of preventing the spread of dengue hemorrhagic fever in public health efforts by the Banyumas District Health Office and analyze the factors that tend to influence it. The research method used in this research is sociological juridical with descriptive analytical research specifications. The types and sources of data used are primary data and secondary data. Methods of collecting data with interview methods, library methods, and documentary methods, which are presented with narrative text using qualitative method analysis. The results showed that the policies formulated by the Banyumas District Health Office were carried out based on their authority obtained from the legislation to carry out government actions and carry out their duties and functions based on the freies ermessen principle which is a one-sided government legal action. The policy is in the form of fogging, Mosquito Nest Eradication (PSN), and health promotion, all of which have been implemented, but the policy has not been able to be said to have succeeded in optimally handling dengue cases in Banyumas Regency because the mortality rate is still above 1%. In addition, there are supporting factors in the form of legal factors, law enforcement, supporting facilities and infrastructure and the community, while inhibiting factors are legal factors, law enforcement, supporting facilities and infrastructure, and culture.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save