Home
Login.
Artikelilmiahs
36540
Update
FEBLINDA MUTIARA DINI
NIM
Judul Artikel
Analisis Respon Amerika Serikat Terhadap Penggunaan Senjata Kimia Rezim Assad di Perang Sipil Suriah Tahun 2012-2016 Melalui Perspektif English School
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan penggunaan senjata kimia di Perang Sipil Suriah oleh Bashar Al-Assad dan militer loyalisnya sepanjang tahun 2012-2016. Perbuatan Assad ini melanggar aturan-aturan internasional dan membunuh warga sipil. Hal ini menarik Amerika Serikat sebagai negara yang seringkali terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Menurut AS, penggunaan senjata kimia ini mengancam keamanan nasional negaranya. Oleh karena itu, mereka memberikan respon berupa kecaman dan ancaman untuk Assad. Respon AS ini akan dianalisis menggunakan perspektif English School yang memberikan kesimpulan bahwa AS AS memang memiliki tujuan baik karena ingin mewujudkan ketertiban dan menegakkan HAM di Suriah. Namun, AS telah melakukan pelanggaran kedaulatan karena telah mendukung kelompok oposisi dengan cara memberikan dana dan alat komunikasi. Terkait dengan sikap menahan diri, AS mampu menahan dirinya untuk tidak ikut berperang dan menggunakan militernya serta fokus pada solusi diplomatik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is motivated by the use of chemical weapons in the Syrian Civil War by Bashar Al-Assad and his military loyalists during 2012-2016. Assad's actions violate international rules and kill civilians. This attracts the United States as a country that is often involved in conflicts in the Middle East. According to the US, the use of chemical weapons threatens their national security. Therefore, they responded in the form of criticism and threats to Assad. This US response will be analyzed using the perspective of the English School which concludes that the US does have a good purpose because it wants to create order and uphold human rights in Syria. However, the US has committed a violation of sovereignty because it has supported opposition groups by providing funds and communication tools. Regarding self-restraint, the US was able to refrain from joining the war and use its military and focus on diplomatic solutions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save