Home
Login.
Artikelilmiahs
36298
Update
SALMA AULIYA RAHMAH
NIM
Judul Artikel
Studi Variasi Genetik Berdasarkan Marka Penyela Intergenik trnT(UGU) – trnL(UAA) dan Anatomi Stomata Alang-Alang (Imperata Cylindrica (L.) Raeusch) Di Pulau Jawa
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) banyak ditemukan di berbagai wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk di Pulau Jawa. Distribusinya yang luas tersebut terkait dengan daya adaptasinya yang tinggi pada hampir semua kondisi lahan. Hal ini dimungkinkan terkait dengan tingkat keanekaragaman genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman genetik dan hubungan filogenetik alang-alang di Pulau Jawa menggunakan penanda (marka) molekuler berupa sekuens penyela intergenik atau intergenic spacer (IGS) dalam cpDNA, yaitu trnT(UGU)-trnL(UAA). Sampel alang-alang yang diperoleh dari lima wilayah di Pulau Jawa secara acak kemudian diisolasi DNA genomik totalnya, dilanjutkan dengan amplifikasi marka IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) menggunakan teknik PCR dengan sepasang primer universal. Produk amplifikasi kemudian dikirim ke Firstbase Malaysia untuk disekuensing. Pengambilan data anatomi stomata dilakukan melalui pengukuran atas jumlah stomata, panjang stomata, dan indeks stomata. Data hasil sekuensing diedit menggunakan BioEdit 7.0.4.1. dan diperiksa secara manual. Penjajaran sekuens dilakukan menggunakan ClustalW. Sementara itu, data anatomi stomata dianalisis secara statistik menggunakan uji F, yang dilanjutkan dengan uji BNT 0,05 jika terdapat beda nyata di antara data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan marka IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) alang-alang di Pulau Jawa memiliki keanekaragaman genetik yang tinggi walaupun keanekaragaman nukleotidanya rendah dan satu sama lain memperlihatkan hubungan kekerabatan genetik yang dekat. Lokasi tumbuh alang-alang berpengaruh terhadap jumlah dan panjang stomata tetapi tidak berpengaruh terhadap indeks stomata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cogongrass (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) are widely spread over many tropical and subtropical areas throughout the world, including Java Island. Its wide distribution is related to its high adaptability to almost all land conditions, which may be related to the level of genetic diversity. This study aims to assess the genetic diversity and phylogenetic relationships of cogongrass in Java using an intergenic spacer (IGS) in cpDNA, i.e. trnT(UGU)-trnL(UAA), as the molecular marker. The Cogongrass samples obtained from several sites in Java Island were taken randomly then isolated for the total genomic DNAs, followed by amplification of the IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) marker using PCR technique with a pair of universal primers. The amplified products were then sent to Firstbase Malaysia for sequencing. Collection on stomata anatomy data was made by measurement on stomata number, length, and index. Data of sequences were edited using BioEdit 7.0.4.1. and checked manually. Sequence alignment was performed using ClustalW. Meanwhile, data on stomata anatomy were analyzed statistically employing F test, followed by HSD 0.05 test when significant difference among the data exists. The results showed that based on the IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) cogongrass in Java had high genetic diversity despite the low nucleotide diversity and revealed close genetic relationships among each other. Location of cogongrass growth had a significant effect on stomata number and length but had not on stomata index.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save