Home
Login.
Artikelilmiahs
36218
Update
MOCHAMAD ADAM RIYADLI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PEMEKARAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN DITINJAU DARI KINERJA EKONOMI DAERAH DAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK DAERAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya daerah baru yang dibentuk melalui program pemekaran daerah. Dengan dana yang besar, daerah baru hasil pemekaran harus senantiasa diperhatikan perkembangannya berkaitan dengan ketepatan pemerintah dalam memberikan kebijakan pemekaran terhadap suatu daerah. Kabupaten Pangandaran menjadi daerah terakhir yang dibentuk melalui pemekaran daerah di Pulau Jawa. Rendahnya pelayanan publik dan timpangnya kesejahteraan menjadi alasan dibentuknya Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini berjudul “Evaluasi Pemekaran Daerah Kabupaten Pangandaran Ditinjau dari Kinerja Ekonomi Daerah dan Kinerja Pelayanan Publik Daerah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan Kabupaten Pangandaran setelah menjadi daerah otonom baru melalui program pemekaran daerah dalam aspek kinerja ekonomi dan kinerja pelayanan publik daerah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan metode treatment-control. Data yang digunakan adalah data sekunder selama kurun waktu 6 tahun yaitu tahun 2015-2020. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis perhitungan indeks. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) kinerja ekonomi Kabupaten Pangandaran memiliki rata-rata indeks yang positif pada tahun 2015-2020. Namun, angkanya masih lebih rendah dibandingkan daerah induk maupun daerah kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada aspek ekonomi Kabupaten Pangandaran belum menunjukkan perkembangan yang berarti. (2) Kinerja pelayanan publik Kabupaten Pangandaran memiliki rata-rata indeks yang positif dan angkanya lebih tinggi dari daerah induk maupun daerah kontrol pada tahun 2015-2020. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada aspek pelayanan publik Kabupaten Pangandaran memiliki perkembangan yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran diharapkan dapat meningkatkan kontribusi tiap sektor usaha dalam pembentukan PDRB dalam upaya meningkatkan kinerja ekonomi. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan publik baik dalam sektor pendidikan, kesehatan maupun kualitas infrastruktur sebagaimana tujuan awal program pemekaran daerah yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang antara lain dapat diupayakan melalui peningkatan kinerja ekonomi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is motivated by the phenomenon of the rise of new regions formed through the regional expansion program. With large funds, new regions resulting from expansion must always be considered for their development in relation to the accuracy of the government in providing expansion policies for an area. Pangandaran Regency became the last area to be formed through regional expansion on the island of Java. The low level of public services and inequality in welfare are the reasons for the formation of Pangandaran Regency. This research is entitled “Evaluation of the Regional Expansion of Pangandaran Regency in terms of Regional Economic Performance and Regional Public Service Performance”. The purpose of this study was to determine the development of Pangandaran Regency after becoming a new autonomous region through the regional expansion program in terms of regional economic perforrmance and regional public service performance. This research is a type of evaluation research with treatment-control method. The data used is secondary data for period of 6 years, 2015-2020. The data analysis technique used in this research is index calculation analysis. Based on the results of research (1) the economic performance of Pangandaran Regency has a positive average index in 2015-2020. However, the figure is still lower than the induk and control areas. These results indicate that the economic aspect of Pangandaran Regency has not shown significant development. (2) The public service performance of Pangandaran Regency has a positive average index and the figure is higher than the induk and control areas in 2015-2020. These results indicate that the public service aspect of Pangandaran Regency has a significant development. The implication of this research is the local government of Pangandaran Regency is expected to increase the contribution of each business sector in the formation of GRDP in an effort to improve economic performance. In addition, the government is also expected to continue to improve the performance of public services, both in the education, health and infrastructure quality sectors, as the initial objective of the regional expansion program was to improve the welfare of the community, which, among other things, could be pursued through improving economic performance and improving the quality of services to the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save