Home
Login.
Artikelilmiahs
36060
Update
O. YUNAN PRAMUDYA UTAMA
NIM
Judul Artikel
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN FIDUSIA (Studi Putusan No. 146/Pdt.G/2020/PN. Kln)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan terhadap Putusan perkara perdata Pengadilan Negeri Klaten No. 146/Pdt.G/2020/PN. Kln, terkait adanya gugatan wanprestasi terhadap perjanjian kredit yang telah dijaminkan dengan jaminan fidusia. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan unsur salah pada wanprestasinya debitur dan menganalisis alasan pihak kreditur penerima fidusia yang tidak menggunakan hak eksekusi dari adanya Sertifikat Jaminan Fidusia di kala debitur telah wanprestasi, melainkan mengajukan upaya hukum biasa berupa gugatan wanprestasi. Penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang dilakukan secara deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang diambil untuk penulisan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Pada penelitian ini diperoleh 2 (dua) kesimpulan yaitu, 1) debitur telah wanprestasi, karena adanya unsur salah pada debitur yakni tidak memenuhi dan mengabaikan somasi dari kreditur yang berisi jangka waktu debitur untuk menyelesaikan kewajibannya dalam melakukan pembayaran atas kreditnya dan; 2) tidak ditemukannya alasan yang logis secara yuridis dan teoritis, yang bisa dikatakan sebagai alasan objektif mengapa kreditur tidak menggunakan hak eksekusi dari adanya Sertifikat Jaminan Fidusia, melainkan mengajukan gugatan wanprestasi ke pengadilan negeri untuk memperoleh pelunasan piutangnya, ketika debitur telah wanprestasi pada perjanjian kredit dengan jaminan fidusia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was conducted on the decision of the Klaten District Court civil case No. 146/Pdt.G/2020/PN. Kln, related there is a default lawsuit against a credit agreement that has been guaranteed with a fiduciary guarantee. The purpose of this study is to analyze the judge's considerations in determining the wrong element in the debtor's default and to analyze the reasons for the fiduciary recipient creditor who does not use the right of execution from the Fiduciary Guarantee Certificate when the debtor has defaulted, but submits ordinary legal remedies in the form of a default lawsuit. The writing in this study uses a normative juridical research method, with the specifications of the research carried out in a descriptive analytical manner. In this research obtained 2 (two) conclusions, namely, 1) the debtor had defaulted, because there was an element of wrongdoing on the debtor, namely not fulfilling and ignoring the summons from the creditor which contains the time period for the debtor to settle his obligations in making payments on his credit and; 2) no juridical and theoretical logical reason was found, which can be said as an objective reason why the creditor does not exercise the right of execution of the Fiduciary Guarantee Certificate, but files a default lawsuit to the district court to obtain repayment of his receivables, when the debtor has defaulted on the credit agreement with fiduciary guarantee.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save