Home
Login.
Artikelilmiahs
35768
Update
MUAMALATUN NIKMAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN USAHATANI PADI SISTEM JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TEGEL DI DESA KEBUMEN KECAMATAN BATURRADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan produksi dan keuntungan antara petani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo dan petani yang menggunakan sistem tanam tegel. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo dan sistem tanam tegel di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden. Jumlah responden yang diambil sebanyak 54 responden dimana sebanyak 31 petani dengan sistem jajar legowo dan 23 petani dengan sistem tegel yang dipilih menggunakan simple random sampling. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif, metode yang digunakan dalam adalah uji beda dua rata-rata dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ada perbedaan hasil produksi dan produktivitas antara usahatani padi sistem jajar legowo dengan usahatani padi sistem tegel di Desa Kebumen. Produktivitas petani jajar legowo sebesar 5,38 yang artinya setiap 1 hektar lahan menghasilkan gabah kering panen (GKP) rata-rata sebesar 5,38 ton. Sedangkan produktivitas petani tegel sebesar 4,37 yang artinya setiap 1 hektar lahan menghasilkan gabah kering panen (GKP) rata-rata 4,37 ton. (2) Secara statistik, ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata keuntungan antara usahatani padi sistem jajar legowo dengan usahatani padi sistem tegel di Desa Kebumen. Rata-rata keuntungan dalam satu musim tanam petani jajar legowo adalah Rp6.954.777,00 per hektar. Rata-rata keuntungan tersebut lebih besar dibandingkan rata-rata keuntungan petani tegel, yaitu Rp2.920.842,00 per hektar. Adanya jarak tanam pada sistem tanam jajar legowo membuat sinar matahari terserap secara maksimal serta memudahkan petani dalam proses pemupukan, penyiangan dan pengendalian hama yang berdampak pada peningkatan produktivitas padi, yang kemudian dapat meningkatkan keuntungan petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT The purpose of this research is to analyze the comparison of production and profit between farmers who use the jajar legowo planting system and farmers who use the tegel planting system. The population in this study were farmers who used the jajar legowo planting system and the tiles planting system in Kebumen Village, Baturraden District. There were 54 respondents, 31 farmers with the jajar legowo system and 23 farmers with the tegel system were selected by using simple random sampling technique. This research is included in the type of quantitative research, the method used is the two-average difference test using the Kolmogorov-Smirnov test. The results showed that: (1) There were differences in production and productivity between the jajar legowo system of rice farming and the tegel system of rice farming in Kebumen Village. The productivity of jajar legowo farmers is 5.38, which means that every 1 hectare of land produces an average of 5.38 tons of dry grain harvest (GKP). Meanwhile, the productivity of tile farmers is 4.37, which means that every 1 hectare of land produces an average of 4.37 tons of dry grain harvest (GKP). (2) Statistically, there is a significant difference between the average profit of the jajar legowo rice farming system and the tegel rice farming system in Kebumen Village. The average profit in one planting season for jajar legowo farmers is Rp. 6,954,777.00 per hectare. It is higher than the average profit for tegel farmers, which is Rp.2,920,842.00 per hectare. The existence of spacing in the jajar legowo planting system makes sunlight maximally absorbed and makes it easier for farmers in the process of fertilizing, weeding and controlling pests which have an impact on increasing rice productivity, which in turn can increase farmers' profits.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save