Home
Login.
Artikelilmiahs
35720
Update
AULIA JASMINE MUKTI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Perilaku Cuci Tangan dengan Kejadian Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kecacingan menjadi salah satu penyakit yang paling diabaikan dan umum di seluruh dunia. Anak-anak usia prasekolah dan sekolah adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi parasit cacing karena respon imun yang lebih rendah serta hygiene dan sanitasi yang buruk. Mencuci tangan menjadi komponen kebersihan tangan yang hemat biaya, nyaman, dan telah terbukti menjadi praktik yang efektif dalam kegiatan pengendalian infeksi. Namun, dari beberapa penelitian sebelumnya terdapat perbedaan hasil terkait hubungan perilaku cuci tangan dengan kejadian kecacingan. Peneliti tertarik untuk meneliti hubungan perilaku cuci tangan dengan kejadian kecacingan pada anak sekolah dasar di Desa Linggasari yang diketahui memiliki faktor resiko kecacingan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku cuci tangan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di Desa Linggasari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian merupakan 32 siswa sekolah dasar di Desa Linggasari yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data perilaku cuci tangan diperoleh menggunakan kuesioner dan data kecacingan diperoleh melalui uji laboratorium. Analisis hipotesis menggunakan Fisher Exact Test. Hasil: Anak dengan perilaku cuci tangan yang buruk sebanyak 21,9% dan perilaku cuci tangan yang baik sebanyak 78,1%. Pemeriksaan sampel feses di laboratorium sebanyak 3,1% positif kecacingan, yaitu jenis Hymenolepis sp. Hasil uji statistik Fisher Exact Test yaitu p-value = 1,000. Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dengan kejadian kecacingan di Desa Linggasari.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Helminthiasis is one of the most neglected and common diseases in the world. Preschool and school-aged children are the most vulnerable groups to infection with helminth parasites due to a lower immune response, poor hygiene, and sanitation. Handwashing is a hand hygiene component which is cost-effective, convenient and has proven to be an effective practice in infection control. However, from several previous studies, there are differences in results related to the relationship between handwashing behavior and the incidence of helminthiasis. Researchers are interested in analyzing handwashing behavior and its relationship with the incidence of helminthiasis in elementary school children in Linggasari Village which is known to have helminthiasis risk factors. Objective: To determine the relationship between handwashing behavior and the incidence of helminthiasis in elementary school children in Linggasari Village. Methods: This research is a descriptive correlation with cross-sectional design research. The sample of the research consists of 32 elementary school students in Linggasari Village who were selected using a simple random sampling. Handwashing behavior data were collected using a questionnaire and helminthiasis prevalence data was collected through laboratory tests. The hypothesis was analyzed using the Fisher Exact Test. Results: There are 21.9% of children with poor handwashing behavior and 78.1% with good handwashing behavior. Examination of stool samples in the laboratory found that there is a 3.1% positive for helminthiasis, namely Hymenolepis sp. The Fisher Exact Test results obtain a p-value = 1,000. Conclusions: There is no significant relationship between handwashing behavior and the incidence of helminthiasis in Linggasari Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save