Home
Login.
Artikelilmiahs
35644
Update
RENI SYAIDATINA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH UMUR PANEN PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING FODDER JAGUNG (Zea mays) YANG DITANAM SECARA HIDROPONIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak. Fodder merupakan hijauan pakan yang dibudidayakan dengan menggunakan air dan nutrien yang dibutuhkan tanaman sebagai media tanam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan produksi bahan kering fodder jagung berbagai varietas dengan umur panen yang berbeda dengan sistem hidroponik. Materi penelitian menggunakan biji jagung putih dan jagung kuning. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama berupa varietas yaitu jagung putih Bima Putih-2 (J1) dan jagung kuning varietas Bima 16 (J2). Faktor kedua berupa umur panen yaitu 6, 8, dan 10 hari. Penanaman hidroponik menggunakan sistem deep water culture (DWC) dengan kerapatan tanam sebesar 0,45 g/cm2. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, tinggi tanaman, produksi hijauan segar, dan produksi bahan kering. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji signifikansi menggunakan Duncan New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan varietas jagung dan umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan dan produksi bahan kering. Pertumbuhan dan produksi hijauan segar terbaik diperoleh pada perlakuan fodder jagung putih Bima Putih-2 dengan umur panen 10 hari dan produksi bahan kering pada fodder jagung kuning Bima 16 dengan umur panen 6 hari. Tidak terdapat interaksi (P>0,05) pada perbedaan varietas dan umur panen. Kesimpulan dari penelitian adalah varietas Bima Putih-2 memiliki potensi sebagai fodder dengan pertumbuhan dan produksi segar tertinggi pada umur panen 10 hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract. Fodder is forage that cultivated using water and nutrients needed by plants as a growing medium. The purpose of this research to determine the growth rate and dry matter production of maize fodder of various varieties with different harvest ages using a hydroponic system. The materials used in this research were white corn and yellow corn seeds. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with a 2 × 3 factorial pattern with 4 replications. The first factor is variety, namely white corn Bima Putih-2 (J1) and yellow corn variety Bima 16 (J2). The second factor is the age of harvest, namely 6, 8, and 10 days. Hydroponic planting uses a Deep Water Culture (DWC) system with a planting density of 0,45 g/cm2. The variables observed were the number of leaves, plant height, fresh forage production, and dry matter production. Data analysis using ANOVA and significance test using Duncan's New Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the differences in maize varieties and harvest age had a very significant effect (P<0,01) on growth and dry matter production. The best growth and production of fresh forage was obtained at treatment Bima Putih-2 white maize fodder with a harvest age of 10 days and dry matter production on Bima 16 yellow maize fodder with a harvest age of 6 days. There was no interaction (P>0,05) on the differences in varieties and harvest age. The conclusion of this research is that the Bima Putih-2 variety has the potential as a fodder with the highest growth and fresh production at harvest age of 10 days.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save