Home
Login.
Artikelilmiahs
35249
Update
INTAN AYU NINGTYAS
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DI ERA COVID-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Tingginya prevalensi kejadian depresi di kalangan mahasiswa kedokteran di Indonesia dan belum adanya penelitian terkait hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat depresi di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman maka penulis ingin meneliti hubungan keduanya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat depresi mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman di era covid-19. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi cross-sectional. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan pengukuran secara langsung untuk indeks massa tubuh dan menggunakan instrumen penelitian Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk mengukur tingkat depresi. Responden penelitian merupakan merupakan mahasiswa Jurusan KU, FK Unsoed angkatan 2018-2020 yang ditentukan secara consecutive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan uji korelasi Pearson dan tingkat kebermaknaan p<0,05. Hasil : Didapatkan data 36 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang terdiri dari 15 laki-laki (41,7%) dan 21 perempuan (58,3%). Hasil uji korelasi Pearson mendapatkan korelasi yang lemah antara indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat depresi dengan nilai r 0,355 pada seluruh sampel. Pada sampel laki-laki tidak didapatkan korelasi antara IMT dengan tingkat depresi sedangkan pada sampel perempuan didapatkan korelasi sedang antara IMT dengan tingkat depresi dengan nilai r 0,490. Kesimpulan : Terdapat korelasi yang lemah antara IMT dengan tingkat depresi pada seluruh sampel. Tidak terdapat korelasi antara IMT dengan tingkat depresi pada sampel laki-laki, sedangkan pada sampel perempuan terdapat korelasi sedang antara IMT dengan tingkat depresi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Introduction : The high prevalence of depression among medical students in Indonesia and absence of research about correlation between body mass index (BMI) and depression level at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University made the researcher thought to research the correlation between BMI depression level. Objective : The aim of the study was to analyze the correlation between body mass index with depression level in medical students in Jenderal Soedirman University in the era of Covid-19. Methods : The study was conducted using observasional method with cross-sectional design The data used primary data obtained by direct measurement of body mass index and using Beck Depression Inventory II (BDI-II) for depression level. The sample of this study was medical students of the general medicine department in Jenderal Soedirman University batch 2018-2020 were selected by consecutive sampling method with the inclusion and exclusion. Univariate and bivariate analysis was conducted with significancy level at p<0,05. Results : The total respondents were 36 who met inclusion and exclusion criteria and consisted of 15 men (41,7%) and 21 women (58,3%). Pearson test showed the correlation of BMI with depression level is weak in all of sampel with r 0,355. There is non-significant correlation of BMI and depression level on men and there is mid strong correlation of BMI and depression level on women with r 0,490. Conclusion : The correlation of BMI with depression level is weak in all of sampel with r 0,355. There is non-significant correlation of BMI and depression level on men and there is mid strong correlation of BMI and depression level on women with r 0,490.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save