Home
Login.
Artikelilmiahs
35218
Update
MELINDA FEBRIANI
NIM
Judul Artikel
Kinerja Badan Usaha Milik Desa Laksana Mandiri Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja BUMDes Laksana Mandiri di Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian yakni pihak-pihak yang terlibat langsung dalam BUMDes Laksana Mandiri Desa Jayalaksana. Analisis data menggunakan analisis interaktif dan analisis diagram fishbone. Sementara validasi data menggunakan triangulasi data sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, aspek masukan (input), kemampuan pelaksana BUMDes rendah karena background pendidikan tinggi yang rendah, sehingga mempengaruhi kemampuan menyelesaikan masalah. Akan tetapi, hal ini diatasi dengan pelatihan dan pendampingan. Kedua, Aspek proses (process), dalam satu tahun terdapat lima dan enam kali pertemuan untuk melakukan musyawarah dengan agenda rencana kegiatan dan evaluasi unit kerja. Ketiga, aspek keluaran (output), Dalam menjalankan kegiatannya, BUMDes Laksana Mandiri terus melakukan kerjasama bersama pihak lain yang didasarkan pada prinsip kemitraan yang menguntungkan. Keempat, aspek hasil (outcome) BUMDes memiliki unit usaha yang dapat menyediakan kebutuhan harian masyarakat seperti pasar, PPOB dan TPS dengan harga yang terjangkau. Kelima, aspek manfaat (benefit) setelah diterapkan BUMDes, banyak manfaat yang diberikan pada desa dan masyarakat desa. BUMDes Laksana Mandiri di Desa Jayalaksana ini dinilai sudah berhasil dijalankan meskipun belum semua unit berjalan efektif dan dengan keterbatasan SDM yang ada. Keenam, aspek dampak (impact), Setelah adanya kebijakan BUMDes, kondisi masyarakat mulai ada perubahan. Sebelum adanya BUMDes kondisi masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani memiliki keterbatasan aspek permodalan. BUMDes Laksana Mandiri memberikan dampak munculnya para pelaku usaha baru. Analisis Fishbone menghasilkan lima kendala dari empat kelompok yakni kurangnya tenaga pelaksana, kurang penyelesaian masalah, tidak ada kontribusi terhadap PADes, partisipasi masyarakat kurang dan tidak tepat waktu membuat laporan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to describe the performance of BUMDes Laksana Mandiri in Jayalaksana Village,. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The research targets are the parties directly involved in the BUMDes Laksana Mandiri Jayalaksana Village. Data analysis used interactive analysis and fishbone diagram analysis. Meanwhile, data validation uses source data triangulation. Based on the results of the study showed several points of conclusion. First, the input aspect, the ability of BUMDes implementers is low due to a low higher education background, thus affecting the ability to solve problems. However, this is overcome by training and mentoring. Second, the process aspect, in one year there are five and six meetings to conduct deliberations with the agenda of activity plans and work unit evaluations. Third, the output aspect. In carrying out its activities, BUMDes Laksana Mandiri continues to cooperate with other parties based on the principle of beneficial partnerships. Fourth, the aspect of results (outcomes) of BUMDes as a business units that can provide the daily needs of village communities, markets, PPOB and TPS at affordable prices. Fifth, the benefit aspect after being implemented by BUMDes, many benefits are provided to villages and village communities. The BUMDes Laksana Mandiri in Jayalaksana Village is considered to have been successfully implemented, although not all units are running effectively and with limited human resources. Sixth, the impact aspect. After the BUMDes policy, the condition of the community began to change. Prior to the existence of BUMDes, the condition of rural communities, most of whom were farmers, had limited capital aspects. BUMDes Laksana Mandiri has an impact on the emergence of new business actors. Fishbone analysis resulted in five obstacles from four group, lack of implementing staff, lack of problem solving, no contribution to PADes, village potential not develop and not on time to make a report.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save