Home
Login.
Artikelilmiahs
3519
Update
RINDA PURWANTO PUTRA
NIM
Judul Artikel
APLIKASI EMPAT MIKROBA ANTAGONIS TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA KENTANG IN VIVO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan formula Pseudomonas-P19 dan P20, Bacillus-B4, dan Penicillium-Pn1 dalam mengendalikan penyakit layu fusarium, serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi kentang in vivo. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga pada ketinggian 1.100-1.200 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu, kontrol, P. fluorescens-P19, P. fluorescens-P20, B. subtilis-B4, Penicillium-Pn1, dan fungisida berbahan aktif khlorothalonil. Variabel yang diamati meliputi: masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir patogen dan antagonis, selisih tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot umbi, bobot segar akar, bobot kering akar dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penicillium-Pn1 mampu mengendalikan penyakit layu fusarium ditunjukkan kemampuannya menunda masa inkubasi hingga 7,25% dan menurunkan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman kentang hingga 16,2%, serta dapat meningkatkan kandungan fenol pada tanaman kentang. Peniciliium-Pn1 mampu meningkatkan pertumbuhan ditunjukkan dengan meningkatnya selisih tinggi tanaman dan bobot segar akar hingga 6,85 dan 32,74%, sedangkan untuk bobot umbi, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar tidak terjadi perbedaan yang nyata. Kata kunci: mikroba antagonis, penyakit layu fusarium, kentang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed at knowing Pseudomonas-P19 and P20, Bacillus-B4, and Penicillium-Pn1 in controlling the disease and increasing the growth and yield of potato in vivo. This research was carried out at Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency with altitude of 1.100-1.200 m above sea level from April up to June 2012. Randomized Block Design (RBD) was used with six treatments and four replicates. The treatments were control, P. fluorescens-P19, P. fluorescens-P20, B. subtilis-B4, Penicillium-Pn1, and fungicides with active ingredients of chlorothalonyl. Variables observed were incubation period, disease intensity, late density population of the pathogen and the antagonists, difference of crop height, fresh and dry weight of crop, fresh and dry weight of root, tuber weight, and tissue analysis. Results of the research showed that Penicillium-Pn1 could control the disease showed by delaying the incubation period as 7.25% and decreasing the disease intensity as 16.2%, and increasing phenolic compound content. Peniciliium-Pn1 could increase potato growth indicated by increasing difference in crop height and fresh weight of root as 6.85 and 32.74%, respectively, while there were no different significantly in tuber weight, fresh and dry weight of crop, and dry weight of root. Key words: antagonistic microorganisms, fusarium wilt, potato.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save