Home
Login.
Artikelilmiahs
34996
Update
FARZUQNA RISFA AMANDA
NIM
Judul Artikel
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesenjangan Upah Antargender di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kesenjangan upah antar gender masih menjadi isu di seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari survei World Economic Forum tahun 2016, dijelaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-88 dalam Global Gender Gap Index dan menduduki peringkat ke-107 dalam sub-indeks Economic Participation and Opportunity. Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa secara global, terdapat kesenjangan upah antar gender dengan upah perempuan hampir setengah dari upah laki-laki Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya kesenjangan upah antar gender dengan menggunakan metode Blinder-Oaxaca Decomposition, dan menganalisis seberapa besarnya faktor endowment dan faktor diskriminasi terhadap kesenjangan upah antar gender di Indonesia. Sebelum, dilakukan dekomposisi penghasilan, terlebih dahulu dibuat model penghasilan perempuan dan laki-laki berdasaran model penghasilan Mincer. Objek penelitian ini adalah angkatan kerja di Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas yang memiliki pekerjaan dan berpenghasilan. Hasil penelitian dan analisis yang diperoleh yaitu berdasarkan analisis model penghasilan, baik perempuan maupun laki-laki cenderung menerima penghasilan yang lebih tinggi jika semakin banyak jumlah jam kerja, semakin tinggi tingkat pendidikan, bekerja di sektor formal, dan tinggal di wilayah perkotaan. Sementara itu, besarnya kesenjangan upah berdasarkan hasil analisis dekomposisi Blinder-Oaxaca didapatkan hasil bahwa kesenjangan upah antar gender di Indonesia adalah 41,09 persentase poin. Dari total kesenjangan upah tersebut, sebanyak 0,46% merupakan kontribusi dari faktor endowment atau explained factors, dan sisanya yaitu sebanyak 99,54% merupakan kontribusi dari faktor diskriminasi atau unexplained factors. Hal ini berarti faktor diskriminasi pada kesenjangan upah masih menjadi faktor yang mendominasi karena persentasenya jauh lebih besar dari faktor endowment.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The gender wage gap still occurs in almost all countries, including Indonesia. The 2016 World Economic Forum survey results show that Indonesia is ranked 88th in the Global Gender Gap Index and 107th in the Economic Participation and Opportunity sub-index. This research aims to calculate the size of the wage gap between men and women using the Blinder-Oaxaca decomposition method, and analyzes how much the endowment factor and discrimination factor contribute to the gender wage gap in Indonesia. Before the gender wage gap was decomposized, a male and female earning models were created based on the Mincer income model. The object of this research is the labor force in Indonesia aged 15 years who have a job and receive their monthly salaries. The results of the research and analysis obtained are, based on the analysis of the earning model, both women and men tend to receive a higher income if they worked longer hours, finished higher education degrees, worked in the formal sector, and lived in urban areas. Meanwhile, the size of the wage gap based on the results of the Blinder-Oaxaca decomposition analysis shows that the wage gap between genders in Indonesia is 41,09 percentage points. From the total wage gap, 0,46% of it is a contribution from endowment factors or explained factors, and the remaining 99,54% is a contribution from discrimination or unexplained factors. This means that the discrimination factor in the wage gap is still the dominating factor because the percentage is much larger than the endowment factor.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save