Home
Login.
Artikelilmiahs
34898
Update
DEDE NURRAHMAN HAKIM
NIM
Judul Artikel
KAJIAN AGIHAN UNSUR HARA KALIUM DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU WILAYAH KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Bukateja merupakan salah satu wilayah yang didominasi oleh area persawahan dan memiliki topografi datar dengan jaringan irigasi yang memadai, dan mengairi sawah di Kecamatan Bukateja. Kajian terhadap status unsur hara K tanah sawah di Kecamatan Bukateja diperlukan guna meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan menjaga hasil padi sawah tetap tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan unsur hara K tanah di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. ii) mengetahui hubungan korelasi antara ketersediaan unsur hara K tanah sawah dan serapan K dengan hasil tanaman padi, dan mengetahui rekomendasi pemupukan K di lahan sawah di DAS Serayu wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah dengan pertanaman padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Sampel tanah yang telah diambil dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2021 sampai Desember 2021. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen Kecamatan Bukateja, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara K di lahan Kecamatan Bukateja termasuk ke dalam harkat rendah. Hubungan K-tersedia tanah dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan dengan R2= 0,3142 dan memiliki nilai korelasi positif (r = 0,560) yang memiliki hubungan korelasi sedang, sedangkan serapan K oleh tanaman dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan sebesar R2= 0,0497 dan memiliki nilai korelasi positif (r = 0,223) yang memiliki hubungan korelasi lemah. Hubungan K-tersedia tanah dengan serapan K oleh tanaman memiliki koefisien determinan sebesar R2=0,336 dan memiliki nilai korelasi positif (r = 0,580) yang memiliki korelasi sedang. Rekomendasi pemupukan K di Kecamatan Bukateja berkisar antara 53,35-112,04 kg K2O/ha atau setara dengan 88,92-186,73 kg KCl/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bukateja District is one of the areas dominated by paddy fields and has a flat topography with adequate irrigation networks, which irrigate paddy fields in Bukateja District. A study of the K nutrient status of paddy field soils in Bukateja District is needed to improve the efficiency of fertilizer usage and maintain high rice yields. This study aims to determine: i) the distribution of soil K nutrients in paddy fields used for rice cultivation in Bukateja District, Purbalingga Regency. ii) to determine the correlation between the availability of K nutrient in paddy field soil and K uptake with rice yields, and to determine the recommendation for K fertilization in paddy fields in the Serayu River Basin in the Bukateja District, Purbalingga regency. This research was carried out in paddy fields with rice cultivation in Bukateja District, Purbalingga Regency. Soil samples that have been taken were analyzed at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The research was carried out from June 2021 to December 2021. The study used a survey method. Determination of sample points was carried out based on the Homogeneous Land Unit Map of Bukateja District, with a transect system made perpendicular to the flow of the Serayu River Basin. The results showed that the nutrient status of K in Bukateja District land was classified as low. The correlation between soil K-available and crop yields has a determinant coefficient with R2 = 0.3142 and has a positive correlation value (r = 0.560) which has a moderate correlation, while K uptake by plants and crop yields has a determinant coefficient of R2 = 0.0497 and has a positive correlation value (r = 0.223) which has a weak correlation. The correlation between K-available soil and K uptake by plants has a determinant coefficient of R2 = 0.336 and has a positive correlation value (r = 0.580) which has a moderate correlation. Recommendations for K fertilization in Bukateja District ranged from 53.35-112.04 kg K2O/ha or equivalent to 88.92-186.73 kg KCl/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save