Home
Login.
Artikelilmiahs
34892
Update
YONA SUKMA ANANDA
NIM
Judul Artikel
KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI YANG DISUPLEMENTASI UREA DAN TEPUNG KEMBANG SEPATU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Secara umum limbah agroindustri memiliki kandungan protein, kecernaan dan palatabilitas yang rendah disamping itu sifatnya yang voluminous menyulitkan dalam penanganan, baik pada saat transportasi maupun penyimpanannya, sehingga memerlukan suatu cara untuk meningkatkan nilai guna limbah agroindustri sebagai pakan yaitu dengan menambahkan urea dan tepung kembang sepatu. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu domba lokal jantan berumur ± 8 bulan sebanyak 15 ekor dengan rataan bobot sebesar 13 ± 1,1 kg. Pakan perlakuan berupa formula pakan berbasis limbah agroindustri yang terdiri dari klobot jagung, kulit nanas, kulit durian, ampas teh, roti afkir, limbah soun, mineral mix, molases, bunga kembang sepatu, urea, serta air minum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari R1: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0% kembang sepatu + 2% urea (formula 1); R2: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0,1% kembang sepatu + 2,5% urea (formula 2); R3: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0,2% kembang sepatu + 3% urea (formula 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering dan konsumsi bahan organik. Rataan konsumsi bahan kering pada perlakuan R1 : 443,18 ± 146,3 g/ekor/hari; R2 : 457,40 ± 79,3 g/ekor/hari; dan R3 : 422,18 ± 110,6 g/ekor/hari. Sedangkan rataan konsumsi bahan organik pada pelakuan R1 : 419,83 ± 1138,6 g/ekor/hari; R2 : 424,56 ± 73,6 g/ekor/hari; dan R3 : 398,80 ± 104,4 g/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi urea dan tepung kembang sepatu dalam pakan berbasis limbah agroindustri tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering dan bahan organik pada domba
Abtrak (Bhs. Inggris)
In general, agro-industrial waste has low protein content, digestibility and palatability, besides that its voluminous nature makes it difficult to handle, both during transportation and storage, so it requires a way to increase the use value of agro-industrial waste as feed by adding urea and hibiscus flour. The material used in the study were 15 male local sheep aged ± 8 months with an average weight of 13 ± 1,1 kg. The treatment feed was in the form of a feed formula based on agro-industrial waste consisting of corn husks, pineapple peel, durian skin, tea dregs, rejected bread, vermicelli waste, mineral mix, molasses, hibiscus flowers, urea, and drinking water. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications. The treatments tested consisted of R1: Basal feed based on agro-industrial waste + 0% hibiscus + 2% urea (formula 1); R2: Basal feed based on agro-industrial waste + 0.1% hibiscus + 2.5% urea (formula 2); R3: Basal feed based on agro-industrial waste + 0.2% hibiscus + 3% urea (formula 3). The results showed that the treatment given had no significant effect (P>0.05) on dry matter consumption and organic matter consumption. The average dry matter consumption in the treatment R1 : 443.18 ± 146.3 g/head/day; R2 : 457.40 ± 79.3 g/head/day; and R3 : 422.18 ± 110.6 g/head/day. While the average digestibility of organic matter in the treatment of R1: 419.83 ± 1138.6 g/head/day; R2 : 424.56 ± 73.6 g/head/day; and R3 : 398.80 ± 104.4 g/head/day. Based on the results of the study, it can be concluded that the supplementation of urea and hibiscus flour in feed based on agro-industrial waste does not affect the consumption of dry matter and organic matter in sheep
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save