Home
Login.
Artikelilmiahs
34868
Update
NUGROHO TRI WIDYANTO
NIM
Judul Artikel
LAMA WAKTU PERENDAMAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) PADA DAYA TETAS TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ekstrak daun sirih (Piper betle L.) merupakan bahan alami yang didalamnya terkandung senyawa flavonoid, fenol, dan tannin yang berfungsi sebagai bahan anti jamur sehingga telur terhindar dari serangan jamur dan dapat meningkatkan daya tetas telur serta kelangsungan hidup larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman ekstrak daun sirih yang optimal untuk meningkatkan daya tetas telur dan kelangsungan hidup ikan Gurami (Osphronemus gourami L.). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan lama waktu perendaman telur dalam ekstrak daun sirih, yaitu: Perlakuan 1 (P1) = 0 menit (perendaman tanpa ekstrak daun sirih), Perlakuan 2 (P2) = 10 menit, Perlakuan 3 (P3) = 15 menit dan Perlakuan 4 (P4) = 20 menit. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati yaitu daya tetas telur, tingkat serangan jamur (prevalensi), kelangsungan hidup larva dan kualitas air (suhu dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan Gurami dalam ekstrak daun sirih tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur namun berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup larva. Perlakuan terbaik yaitu lama waktu perendaman selama 10 menit yang menghasilkan daya tetas 100%, nilai kelangsungan hidup 96,67 ± 2,62% dan prevalensi tingkat serangan jamur 0%. Parameter kualitas air yang diamati pada penelitian ini yaitu suhu dan pH. Nilai rata-rata suhu penelitian adalah 24,7 – 26,1 dan nilai rata-rata pH adalah 7,6.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Betel leaf extract (Piper betle L.) is a natural ingredient which contains flavonoid, phenols, and tannins, so that it can be used as an egg to avoid fungal attacks and can increase the eggs hatchability and survival of fish larvae. This study aims to determine the optimal soaking time of betel leaf extract to increase egg hatchability and survival of gourami fish (Osphronemus gourami L.). This research used an experimental method in a laboratory using a completely randomized design. The treatments for soaking eggs in betel leaf extract, are: Treatment 1 (P1) = 0 minutes (soaking without betel leaf extract), Treatment 2 (P2) = 10 minutes, Treatment 3 (P3) = 15 minutes and Treatment 4 (P4) = 20 minutes. The treatment was repeated three times. This research observed the egg hatchability, fungal attack rate (prevalence), larvae viability and water quality (temperature and pH) for the parameters. The results showed that the immersion of gouramy eggs in betel leaf extract had no significant effect on egg hatchability but significantly affected to larvae viability. The best treatment being soaking for 10 minutes which resulted 100% for hatching rate, 96.67 ± 2,62 % for larvae viability rate, and 0% prevalence. Water quality parameters for the experiment are themperature and pH. The average of themperature is 24,7 – 26,1 and pH’s average is 7,6.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save